Minggu, 27 April 2014

Babak Ketiga : Peak Tram- Madame Tussaud- Avenue of Star


Kali ini kami HARUSS bangun pagi, karena saya membeli tiket Madame Tussaud dengan setengah harga, TAPII harus masuk ke area Madame Tussaud di bawah jam 11 siang.

Karena hari itu Sabtu dan saya takut ramai untuk masuk ke Madame Tussaud, jam 8 kami sudah berangkat dari hostel, makan pagi di restoran yang menjual egg tart, namun kali ini saya memesan bubur (conge) berdua dengan teman.

Jam 9 kami sudah naik MTR menuju Peak Tram. Jaraknya cukup dekat, hanya dua MTR dari Tsim Sha Shui. Jam ½ 10 kami sudah sampai ke The Peak, tempat naik Peak Tram.





Peak Tram adalah transportasi yang dipakai untuk menuju museum Madame Tussaud, selain bus. Tentunya seru menaiki Tram, kalau ingin merasakan kereta kuno jaman dulu yang ada di Inggris, dan ketinggian naiknya 45 derajat, tidak datar seperti kereta api atau gimana. Kepo pengen tahu rasanya.

Sampai di situ, loketnya masih sepiii … enak deh … Beli tiket on d spot, karena kalau dari online saya tidak menemukan tempat belinya. Lagipula harganya sama saja. Beli tiket terusan dengan Sky Terrace 280, karena lebih murah dan banyak rekomendasi untuk membeli tiket Sky Terrace.
Dari Sky Terrace, kita bisa melihat kota Hongkong dari lantai paling atas di atas gunung ke segala arah.

Tanpa perlu menunggu lama, kami naik Tram 45 derajat itu. Kesannya? Lebih serem roller coaster. Yang ini gak ada seremnya sama sekali. Naik-naik saja ke puncak gunung, gitu deh rasanya. Pemberhentian akhir trem berada di dalam mall, dan untuk ke Madame Tussaud, tinggal mengikuti petunjuk. Langsung kami menuju ke pintu masuk Madame Tussaudnya, dan ……… belum bukaa!! Kami kepagiaann, padahal di jam websitenya tertulis bukanya jam 09.00.

Sambil menunggu, kami berputar-putar di dalam mall tersebut. salah satu sisi mallnya yang berdekatan dengan ekskalator dilapisi kaca tembus pandang, sehingga kita bisa menikmati pemandangan gunung saat naik-turun ekskalator. Foto sana foto sini, lihat oleh-oleh di beberapa toko dan melihat sekilas restoran yang dari luar saja memasang tanda "MAHAL" ...

Pemandangan saat menaiki ekskalator

Jam 10.00, dibukalah Madame Tussaud. Sudah ada beberapa antrian tur, tapi untuk online ada jalur tersendiri. Langsung kami proses dan masuklah kami ke dalam Madame Tussaud untuk memuaskan hasrat berfoto dengan para selebritas, biarpun hanya dalam bentuk patung lilin. Paling banyak ngambil foto di sini. Setiap patung bebas diraba dan bebas mau diapain, asal jangan sampai rusak saja. Lee Min Ho, Nicole Kidman, Shakespeare, Queen Elizabeth, Lady Diana, Hulk, Monkey King .. banyak sekali yang bisa dijadikan obyek foto.

"Bermain" piano, padahal pianonya kalau disentuh bisa main sendiri

Jadi model lukisan abad pertengahan
Inilah si Madame Tussaud
Asal mula dari patung lilin Madame Tussaud adalah dari dua kepala temannya saat terkena pisau guillotine Revolusi Perancis. Setelah kepalanya dipenggal, si Madame ini mengambil dua kepala temannya (serem memang saat membaca kisahnya) dan membentuk patung lilin serupa dengan mereka.

Wing Chun dengan Ip Man
Patung lilin yang paling cantik di Madame Tussaud Hong Kong. Ada kunci tertanam di sebelahnya, dan kalau kunci nya diputar, patung lilin akan berputar 360 derajat diiringi lagu yang artis ini nyanyikan

Ada dua foto di dalam Madame Tussaud yang paling saya suka, foto dengan Spiderman dan Johnny Depp. Sudah menjadi rahasia umum bagi teman kalau saya cinta mati sama Johnny Depp, karena aktingnya yang super keren.

Kissing with Spiderman


Horee .. bisa meluk Johnny Depp ..


Seusai Madame Tussaud, beranjaklah kami menaiki lantai teratas mall dengan ekskalator untuk masuk ke Sky Terrace. Saat di pintu masuk Sky Terrace, ada petugas yang memberikan audio mengenai asal muasal The Peak, titik-titik yang ditunjuk dengan angka, ket mengenai titik-titik tersebut dan asal muasal namanya, serta sejarah tempat tersebut. Dari Sky Terrace, kita bisa melihat Hongkong ke segala arah. Ada teropongnya untuk melihat dengan pembesaran maksimal, tapi harus masukkan koin. Di atas bisa jadi tempat nongkrong juga dengan nyaman, karena ada banyak bangku dan anginnya enaakk ..

Turun dari Sky Terrace 280, kami berjalan-jalan mengitari area situ sambil mencoba melihat pemukiman. Katanya, area situ adalah pemukiman orang kaya Hong Kong. Tengok sana tengok sini, memang banyak banget mobil mewah berkeliaran. Bikin drooling saja.

Saatnya kembali dari The Peak karena kami hendak mengunjungi Avenue of Star sore harinya. Ya ampun, untuk naik tremnya antrinya udah sepanjang ular. Beda banget saat pergi. Yang pergi pun antrinya panjang banget. Itulah kalau pergi/ pulang siang. Ada yang menyarankan untuk naik bus saat pergi/pulang, tapi kehilangan sensasi naik dan turun tremnya. Kami mengantri kurang lebih 45 menit sebelum bisa naik tremnya. Itu saja sudah didorong sana- sini (dan saya yakin itu wisatawan dari Cina) dengan sangat tidak sopan santun. 

Pulang dari situ,  kami kembali ke Tsim Sha Shui (hostel) untuk beristirahat sebentar. Kami mencari makan di mall sebelah Chung King Mansion dan ketemu dengan Cafe de Coral. Salah satu food court murah versi Hong Kong dan banyak pilihannya. Seperti biasa, kami membagi dua dengan teman untuk makanannya.

Sorenya kami menyusuri jalan bawah tanah MRT untuk ke Avenue of Star. Tidak perlu naik MRT, hanya mengikuti petunjuk arah dari MRT Tsim Sha Shui … dan ketemulah daerah Avenue of Star. Perjalanan kaki kurang lebih 15- 20 menit tanpa kesulitan berarti karena petunjuk sepanjang jalan benar-benar jelas.

Mulailah kami foto-foto dengan tapak tangan, tapak kaki, dan tanda tangan orang terkenal sambil menunggu jam 08.00 malam untuk menonton Simfoni of The Light. Keliling sana keliling sini, dan yang terasa adalah …. dinginnya gila .. ajib bener. Biarpun saat kami pergi awal Maret, masuk musim semi, tetap saja, dinginnya Puncak di waktu malam kalah jauh.

Tips Pengalaman Pribadi : 
Bawa baju hangat berlapis-lapis kalau pergi di awal Maret, mulai dari topi, syal leher, jaket panjang, sampai stocking dan sepatu tertutup. Boot di sana pun sangat berguna karena menghangatkan kaki dan kita tidak saltum pakai bot di sana.  

Keliling Avenue of Star hanya memakan waktu 1 jam sambil foto-foto. Tapi kalau datang jam 7, sudah gelap dan foto-fotonya jadi tidak terlalu kelihatan karena cahaya kurang. Waktu paling tepat untuk datang adalah jam 5-6, foto-foto, cari tempat hangat untuk nongkrong (entah cafe dsb). Kalau nongkrong di bagnku Avenue of Star untuk menunggu Simfoni of The Light, dijamin beku ..

Saat menonton Simfoni of The Light, kok rasanya kebanting y sama Disney? Udah nunggu sampai beku, tapi agak kecewa karena begitu saja. Ada lagu dan tembakan laser dari beberapa bangunan yang menjadi sponsor ke langit berwarna warni, tapi rasanya biasa kalau dibandingkan dengan firework Disneyland.


Tips Pengalaman Pribadi : 
  • Cara untuk menghemat pengeluaran di Hong Kong adalah berbagi porsi makanan dengan teman, karena porsi Hong Kong besar banget. Makanan Hong Kong tidak bermain dalam bumbu seperti masakan Indo, sehingga rasanya kurang cocok di lidah. Mau makan banyak juga tidak terlalu bernafsu.Tapi harganya bukan main. Sekali makan untuk seporsi bisa habis Rp 50.000, itu pun sudah termasuk murah. 
  • Bawa air minum ke mana-mana karena air di Hong Kong, terutama di tempat wisata, mahalnya gak kira-kira. Untung saja saat itu bukan musim panas, jadi kami tidak terlalu merasa kehausan. Untuk air, bisa masak di hotel atau cari di Chung King Mansion lantai bawah persis depan lift A. Mereka menjual air dengan harga lebih murah daripada tempat lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

C'mon! I ' m waiting your response ... /(^o^)/ /(^o^)/ /(^o^)/