Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2018

Thailand : My Most Favourite Traveling List to be .. Why?

"Once in a year, go to a place you never been before."

Ungkapan di atas sebenarnya tidak cocok untuk postingan blog kali ini. Dalam sejarah gudak-gidik saya, lumayan juga saya mengunjungi tempat yang sama dua kali. Dulu, sering sekali traveling ke Singapore. Baru akhir-akhir ini saya sering traveling ke Thailand.  Sewaktu Mei saya pertama kali pergi ke Bangkok (sebenarnya kedua kali seh, cuma yang pertama itu waktu masih kecil banget and udah banyak lupa nya, jadi ga bisa dihitung). 

Dan ternyata ... Thailand is addicting for traveling. N sejak saat itu saya udah 4x ke Thailand dalam satu tahun terakhir. Bangkok, Phuket, Krabi, Chiang Mai, Chiang Rai, Lopburi, Koh Samui. 

Dan semua meninggalkan kesan yg ok banget buat saya.

So, Thailand is definitely one of my most favourite traveling place!

 Why?


1. Mendapat fasilitas bintang lima dengan harga kaki lima.
Ungkapan ini pas banget buat Thailand. Dengan transportasi publik yang sangat nyaman (ada MRT, kereta, bus dgn jadwal yang jelas dan  tepat waktu.. di Indo mah kita bisa disuruh nunggu 2 jam buat nunggu penumpang penuh) dan harga super murah ( kisaran MRT di Bangkok itu Rp 4.000- Rp 16.000, tgt jarak.. Or kereta and bus antar kota juga masih terjangkau), Thailand is the best country to explore around. Tanpa bikin kantong bolong dgn tinggal dalam jangka waktu lama.
Dari segi akomodasi, of course murmer. Hotel bintang 3-4 aja ada yg seharga Rp 200.000/ mlm. Itu dah dapet kamar yg ok banget : bersih, spring bed, kamar mandi dalam, luas, design juga ok lah. Di Krabi n Phuket lah harga hotel murah banget

Hotel bintang 3 di Krabi seharga Rp 194.000/ mlm (Baan Kure Ng)

Hotel bintang 4 (ada lift) di Phuket seharga Rp 153.000/ mlm




Dari segi kuliner, udah ok banget lah. Murcee super banget. Street food n restaurantnya juara. Makanan banyak di pinggir jalan dan enak-enak. Mirip-mirip sama Indo lah soal murahnya.
Makanan favorit saya di Thailand






2. Tingkat kejahatan minim
Namanya copet n jambret pasti ada dimana-mana. Scam juga ada di mana-mana. Tapi di Thailand, biasany scam tanpa copet. Jarang saya dengar traveler dicopet. Tetap saja, dimanapun kita pergi, harus berhati-hati. Tapi kalau tingkat kejahatan rendah, kita bisa merasa lebih rileks lah. Lebih ga takut untuk pergi kemana 2, apalagi buat yg suka jalan sendiri seperti saya.

3. Penduduknya ramah dan mau bantu
Memang kon


disi penduduk yang tidak bisa berbahasa Inggris jadi salah satu kendala buat traveler yg mengunjungi Thailand. Rata-rata penduduk nya ga fasih ngomong Inggris. Tapiii .. mereka mau berusaha bantu.  Ada penduduk sekitar yang kadang mau berhenti buat bantu berkomunikasi, sekedar buat ngasih tau harga. Dan kalau belanja makanan or shopping juga ga terlalu repot karena rata2 mereka sudah ngasih papan tulisan harga n jenis makanan dlm bahasa Inggris, jadi tinggal tunjuk aja mana yg mau dibeli.

4. Apa aja ada di Thailand.
Mau wisata gunung,  pantai,  kota, street market .. you can find everything in Thailand. Nyari barang pun  apa aja ada, terutama di Chatuchak Market (Bangkok) atau Sunday Night Market (Chiang Mai). Dengan transportasi publik yang memadai (ferry, kereta api, bus, shuttle car service) dan menjangkau setiap kota,  gampang sekali berkelana di Thailand

5. Open trip ada setiap hari, satu orang saja diterima, dan bisa dadakan.
Open trip (jadi kita ikut agen wisata di tempat tujuan,  tinggal cari dari hotel or kios wisata terdekat) di Thailand ada setiap hari,  bukan cuma saat weekend aja.  N kebanyakan itu day trip, bukan 2-3 day trip.  Enaknya kita bisa milih harga yg paling murah n fasilitas yg paling worth it dari setiap paket destinasi. Ada lho tujuan wisata A lebih murah di biro wisata 1, tapi tujuan wisata B lebih murah di biro wisata 3.
N bisa ditawar tanpa dijutekin. Jadi kalau lihai menawar,  ya uang diskonny bisa dipakai untuk beli makanan atau oleh- oleh. 

Enak ny lagi,  daftar 1 orang pun diterima.  Mungkin karena banyak bule n solo traveler di Thailand, jadi tiap hari ada saja peminat. N mereka (bule-bule itu) rata2 bisa tinggal 1 bulan di Thailand lho, luntang lantung ke sana kemari. Or mereka bisa spend time di satu tempat wisata minimal 1 minggu, sampai bisa naek angkot kemana 2 dan mereka udah membaur banget dengan orang lokal.

Soal dadakan, biasany saya kl traveling sendirian cuma mikirin hari esok. Maksud ny, booking open trip cuma buat besok hari.  Jarang ada planning sampai lusa karena liat mood n kondisi sehabis open trip yang 1. Kalau kecapean ya open trip besok nya cari yg half day trip,  not one day trip.  Atau cuma leyeh-leyeh di hotel, or luntang lantung di kota sambil nyari kuliner yg rekomendasi (ini pake Google maps n nyariny biasa ny yg deket aja) or nyari tempat spa. Tapi pernah juga saya booking open trip di siang hari buat day trip evening, n hebat nya masih bisa. Itu seh rekor dadakan open trip yg saya booking (2 jan sebelum eksekusi).

Bandingkan dgn Indo dimana open trip ada hanya saat weekend dan minimal 2 orang.  Kebanyakan saya kepentok di masalah 2 orang n weekend, karena biasa nya saya ingin dadakan pergi n susah dong nyari teman yg bisa saat dadakan. Weekend pun tuker pesawat ke daerah tujuan lebih mahal. Apalagi ga terlalu bisa dadakan n harus booking dari tempat asal.

Selasa, 06 Mei 2014

Babak Kedelapan : Time to Museum but … Instead Go Shopping!



Hari ini rencana saya adalah membeli oleh-oleh lalu ke museum atau taman, sementara teman saya memilih belanja. Karena sudah 'muak' dengan mall yang menjual barang bermerk dengan harga gila-gilaan, kami pun berencana untuk pergi ke street market Hong Kong yang digembar-gemborkan oleh blog.

Sabtu, 26 April 2014

Babak Pertama : Ngong Ping Village, Tian Tan Buddha, Citygate Mall


Setelah melewati subuh di pesawat kurang lebih 4 jam, sampai juga kami di Hongkong jam 7 (waktu Hongkong). Perbedaan waktu antara Hongkong dan Jakarta 1 jam. Memasuki Airport Hongkong untuk pertama kalinya, kesannya bagus banget, setara laa dengan Singapore! Lapang, petunjuk ada di mana-mana, dan yang penting, petunjuk bahasa Inggris ada. Plusnya, ada keran air minum gratis seperti yang ada di Airport Singapore. Gak nyangka lho! Langsung deh, saya yang gak mau rugi isi air sebanyak-banyaknya. Untung membekali diri dengan botol air kosong dari Indo, dengan pikiran awal hendak masak air di hostel dan isi air setiap pagi. Air minum di Hongkong itu 10 HKD, di rupiahkan berarti Rp 15.000 untuk botol 1,5 l dimana di Indonesia botol 1,5 l seharga Rp 4.000. Kebayang kan betapa mahalnya air di Hongkong?

Setelah urusan imigrasi dll, kami langsung menuju hostel di daerah Tsim Sha Shui. Ada tiga pilihan transportasi : taksi, airport express lanjut dengan MTR / shuttle bus, dan bus setempat. Dilihat dari petunjuk website hostel, paling praktis dan murah dengan bus. Lebih gampang,  lebih murah pula .. sapa yang tidak tergiur?

Dari pintu keluar airport, kami mencari terminal bus. Di sana, tinggal melihat papan petunjuk untuk naik bus, cari daerah tujuan kita itu dilewati oleh bus nomor berapa. Setelah itu, sudah ada tuh no besar-besar terpampang di halte untuk nunggunya. Tinggal berjalan ke halte yang dimaksud, dan kalau pas ada busnya, langsung naik.

Kamis, 03 April 2014

Membaca dari Tipe Kepribadian

Saat bertemu seorang baru, saya selalu mencoba 'membaca' orang tersebut. Sangat berguna pembacaan ini, karena saya bisa mengerti lebih jelas orang seperti apa yang saya hadapi. Seseorang dapat dibaca dari cara komunikasinya, baik verbal atau non verbal, cara dia melontarkan suatu masalah, cara jalan .. banyak hal deh yang bisa menjadi 'tanda' orang itu seperti apa.

Seringkali, selesai membaca, saya mengelompokkan orang itu ke 4 besar. Yup, ke dalam 4 besar tipe kepribadian. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di bawah ini ..


Minggu, 10 November 2013

Prinsip Jodoh Versi Pribadi

Akhir-akhir ini, ada pertanyaan yang mengganggu saya. Tidak seperti rasa sakit atau gatal yang sangat mengganggu, tapi lebih kepada rasa pegal yang menggigit pelan-pelan. Pertanyaan soal, yang mana neh yang terbaik buat saya?

Hehe .. Kalau membaca di atas, pasti langsung tahu 'rasa pegal'nya soal apa. Iya, soal jodoh. Gak tau cuma perasaan saja atau gimana, tapi akhir-akhir ini ada beberapa co (y, karena saya ce) yang kok rasanya berseliweran di hidup saya? Biasanya hidup saya adem ayem aja..

Memang saya punya banyak ada teman co (benar-benar teman co n no romance atau pikiran lebih jauh) tapi baru-baru akhir ini saya menyadari, beberapa memang potensial untuk diajak bicara soal jodoh...

Btw, dalam soal jodoh itu ada beberapa prinsip yang saya punya soal jodoh ... yakni .... 

Minggu, 09 September 2012

MeNgEnAnG pHi-PhI

Sebulan sudah sejak kepergian seorang sahabat saya, Phi-phi (Peter M.Wijaya). Waktu memang berlalu begitu cepat, dan setiap mengingat akan sahabat saya, rasanya air mata sudah di pelupuk. Yup, kematian orang dekat memang menjadi salah satu hal terberat yang harus dihadapi.

Saat-saat menjelang kepergian Peter masih saya ingat dengan jelas ..