Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2018

He Knows What He is Doing

Dalam 1 bulan terakhir ini, perasaan saya jungkir balik. I know a man for a year and think that he is someone for me, but sejak bulan lalu,  saya jadi meragukan .. is he really someone for me?

Kenyataannya, ada beberapa hal yang masih mengganjal. Dia tidak bisa memegang kata 2 nya (masih plin plan) dan dia bukan someone who I can trust. Di sisi lain,  I really respect him dan satu hal yg bikin saya yakin,  dia mau berubah.  Entah bagaimana ada saja perubahan dalam diri dia setelah sebelumnya saya complain tentang ini itu ke Tuhan.

So, masih galau dan bimbang sampai hari ini.  Masih ada di tengah ketidakpastian, dan rasanya itu lebih berat daripada broken heart karena seperti ini jadi "kesana enggak, kesini enggak". Jadi malah sarkastis ke Tuhan dan mulai meragukan, apakah Tuhan beneran Tuhan yg berdaulat ? Kok sepertinya makin kesini saya hanya melihat kehancuran?

And then,  I got one lesson. Simple seh.  Mobil saya tanpa diduga diserempet motor.  First, saya pikir kerusakannya biasa aja.  Ok lah,  saya masih nyetir dgn biasa. Motor nya mah dah kabur.  Pas sampe di rumah n dicek, ternyata ... kerusakannya menurut saya parah. Kok bemper ny jadi ngegantung gitu? Kelepas melay melay? Wah, ini seh kudu dibawa ke bengkel asap. Jangan- jangan nanti di jalan malah tu bemper lepas seluruhnya.

Dah parno sepanjang malam itu.  Haduh, mobil kudu nginep. Belum lagi kudu kluar uang lebih buat benerin. Bisa abis brapa juta ini.  Budget lagi ga ada ke arah sana.
Pokoknya pikiran2 kuatir yang bikin tidur ga nyenyak. Lagi galau juga, makin pusing n rasanya tuh beban berat amat yaa..

Ok , waktu berlalu n lagi cari 2 waktu untuk ke bengkel. Tak diduga,  ada waktu kosong siang nya n saya kebetulan ga males. Langsung d ke bengkel dgn pikiran mau nanya dulu biayanya brapa n butuh waktu brapa hari. 

Di bengkel, ternyata oh ternyata ....

Betulinny ga sampe 15 menit. Cuma ketok sana ketok sini, eh udah terpasang sempurna.
N biaya nya ... ga sampe seratus ribu rupiah.  Padahal saya duga bisa ampe jutaan, kudu ganti bemper.

Dan saat itu saya merasa Tuhan sedang mentertawakan saya.
"Tuh lihat, kamu mikir nya ngejelimet karena kamu GA TAU. But AKU TAU. Makanya aku santai aja, karena Aku tahu apa yg lagi Aku kerjakan."

Dari situ saya dapat pelajaran ..
Dari sudut pandang manusia, rasanya hidup ini begitu amburadul. Hancur. Ga jelas. Kok semua nya berantakan? Padahal kita udah berusaha semampunya lho. Tapi usaha kok seperti ga ada artinya ya?

Ya ....  Karena kita bukan expert about life...

Tapi dari perspektif nya Tuhan, it is different. Dia bisa terlihat santai n tenang karena Dia tau, Dia bisa mengatasi ini dgn begitu sederhana n mudah. 
Because He Know What He will and can do.

Sama seperti murid- murid yang begitu ketakutan di tengah badai,  but yang Tuhan lakukan itu malah tidur.  Yes, because He Know badai itu tidak akan mencelakakan Dia.

So, minggu ini saya dapat pelajaran ... just wait n trust Him, because He knows what He is doing. Dan saya aman di dalam tangan Nya, apapun hasil akhir dari kegalauan saya.

This is God ’s Word on the subject: “As soon as Babylon’s seventy years are up and not a day before, I’ll show up and take care of you as I promised and bring you back home. I know what I’m doing. I have it all planned out—plans to take care of you, not abandon you, plans to give you the future you hope for. " Jeremiah 29:11 MSG

Senin, 19 Februari 2018

He Is Into Me or Not Into Me?


Itu pertanyaan yang sering ditanyakan ce-ce kalo radarnya menangkap ada co menarik, dan lebih lagi, kok ni co keknya ada perhatian lebih y? Trus jadi suka chatting, suka jalan bareng, suka maksi bareng or dinner bareng … tapi setelah beberapa bulan, lho? Tuh co kok ilang kabar y? Or mulai jadi renggang hubungannya?

Ada lagi co lain, keliatannya cuek banget, gak pernah ada perhatian, kok tau-tau bisa nembak gitu y?
Nah lo, jadi gimana ne? Males banget kalau kita dah dibuat melting sama satu cowo, trus tau-tau tuh cowo hilang? Sebenernya maksudnya apa? Tapi bingung juga kalau tiba-tiba ditembak sama co yang kita anggap cuma sebagai teman, karena gak ada acara pdkt dll?

Dari sini, saya selalu bilang sama diri sendiri . Kita gak bisa mengontrol tindakan orang lain, tapi kita bisa mengontrol  reaksi kita terhadap tindakan orang lain. Buat gals yang merasa semua co kok brengsek banget, keknya main php, trus kita dah merasa kegeeran duluan, inget! Yang menentukan sikap si co emang tuh co, tapi tetep, kalau tidak ada ijin dari kita, mau tu co jungkir balik gimanapun juga, tetep kita yang memegang peranan.

So, gimana tau he is into me or not into me?

Gak bisa tahu sampai saat tu co ngomong langsung ke kita. Selama itu belum terjadi, better anggap dia sebagai teman biasa, alias not into you. Bisa aja dia memang baik ke semua orang, bukan cuma ke kita. Bisa juga niatnya kurang bagus, Cuma php in ce tanpa ada tindak lebih lanjut. Intinya, jaga hati kita.  

Jangan sekali-kali “memaksa” dia untuk minta kejelasan status. Karena kalau tu co emang mau serius sama kita, pasti dia ngomong kok kalau udah waktunya. Co itu diciptakan sebagai inisiator. Kalau tuh co ngomong kejelasan status aja gak siap, berarti dia merasa emang belum waktunya or Cuma main-main. So, kalau kamu sebagai ce merasa terlalu lelah menunggu atau merasa terlalu lama, berarti memang tu co belum jodoh. Tetep buka pertemanan dengan co lain dan jangan langsung jadi eksklusif karena dah keburu ada perasaan sama satu cowo.

Doa sama Tuhan. Ini yang paling bisa dilakukan sebagai seorang cewe. Ngomong duluan jelas big no kalau buat gue! Cuma kalau curhat sama Tuhan, boleh banget. Ngomong aja lagi suka sama si A, tapi kok dia gak jelas gitu? Trus cerita kalau si B keknya suka, tapi ak gak suka, Cuma B kok lebih baik daripada A? Nanti Tuhan juga akan kasi jawaban kok, biarpun jawabannya belum tentu yang kita mau. Yang penting, jangan memaksakan kehendak sama Tuhan, karena Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita.  So, trust in God and trust in God timing!


"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."
( Mazmur 37 : 5)


. 

Selasa, 24 Maret 2015

Kebahagiaan dalam Hal Kecil

Kita selalu mencari kebahagiaan di tempat-tempat tinggi. Kita mencari kebahagiaan dalam materi, pujian dari orang lain, perawakan diri, atau penghargaan dari dunia. Tetapi, kadang kebahagiaan muncul dari hal-hal kecil yang kita lalukan tiap hari.

Let’s Have Grown Up Love!



Ketika membaca buku "When God Writes Your Love Story", ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. "Cinta kekana-kanakan selalu membandingkan, mengharapkan, dan memperjuangkan hubungan yang aman. "

Membaca kalimat ini, membuat saya melihat hubungan pasangan di sekeliling saya, sekaligus melihat ke masa lalu (hubungan pribadi). Sebagian besar hubungan cinta yang saya lihat diwarnai dengan cinta yang tidak dewasa. Banyak konflik, pertengkaran, dan sakit hati yang tidak perlu terjadi karena cinta kekanak-kanakan. Hanya saja, terkadang kita tidak menyadari cinta yang kita miliki itu cinta yang tidak dewasa.

Saya coba rangkum beberapa point di sini mengenai esensi cinta dewasa menurut pendapat saya pribadi. Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri ketika suatu saat membangun courtship, dan mudah-mudahan bisa berguna juga bagi orang lain. 

Kamis, 19 Maret 2015

Do n Don’t When Fixing A Broken Heart



Setiap orang pasti tidak mau mengalami yang namanya patah hati, tapi bagaimanapun, hampir 99 persen orang di dunia akan mengalaminya. Termasuk saya. Kalau dihitung, sepertinya broken heart bisa mencapai jumlah jari di tangan, dengan skala paling ringan sampai skala paling berat. Setiap broken, saya menyadari ada beberapa hikmah yang bisa diambil ketika memperbaiki hati yang sedang patah. 


DO THESE WHEN YOU R IN BROKEN HEART

Rabu, 04 Maret 2015

Menjinakkan Insecure dalam Diri


Dari dulu, saya super takut saat berusaha menjalin hubungan dengan cowok, dan hanya bidang ini saja yang membuat saya tidak berkutik. Pada bidang lain, rasa takut bisa saya lawan sampai saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan rasa takut itu. Tapi dalam soal co? Saya yang kabur duluan dari tembok rasa takut itu. Kalau ada cowok yang mendekat, langsung saya tanggapi dengan sangat dingin. Langsung saya tolak dengan sinis.

Dulu saya tidak tahu mengapa bisa demikian, hanya tahu kalau semua co itu brengsek. Tapi baru-baru kali ini saya melihat, penyebabnya adalah perasaan tidak aman dalam diri. Rasa insecure. Takut kalau saya sudah jatuh hati dengan cowok tersebut, eh .. tuh cowok malah meninggalkan saya. Tuh cowok malah beraling ke cewek lain. Pengalaman masa kecil dan masa kuliah yang membuat saya semakin insecure dalam diri. Dan akibatnya, saat saya jatuh hati dengan cowok, saya juga membawa rasa parno dan insecure dalam diri. Dan entah mengapa, cowok2 itu selalu lihai mencium rasa insecure saya. Kadang mereka memanfaatkan rasa insecure saya untuk melihat, apakah memang saya fall buat co itu, karena di luar saya dibilang poker face n susah menunjukkan perasaan.

Senin, 23 Februari 2015

Waiting Faithfully (The Power of Waiting on God part 2)

Ketika berada di lembah kekelaman, kita paling banyak belajar. Mengapa? Karena di dalam lembah kekelaman lah kita berusaha mencari Tuhan paling banyak. Kalau lagi senang mah, biasanya bilang, "God, thank you" .. trus cabut ke sana sini ... paling mencari Tuhan itu hanya pada waktu malam sebelum tidur or waktu senggang. Tapi ketika berada dalam lembah kekelaman, sepanjang waktu nyari Tuhan. Bertanya rencana Tuhan, minta petunjuk-Nya, menyerahkan diri ke Tuhan, meminta penguatan, dll.

Yup, saat ini saya lagi berada dalam lembah kekelaman (lagi). Memang orang melankolis itu sering berada dalam lembah kekelaman. Bukan karena masalahnya (toh orang hidup pasti ada aja masalah), tapi setiap masalah terlalu dioverthinking. Tapi lembah kekelaman ini, dalam skala 1-10, berada dalam level 7. Lumayan berat, soalnya sampai berpengaruh ke fisik. Saya jadi malas makan, gak mau makan, tiap makan pasti mual, lemes terus bawaannya, dan tangan kaki selalu terasa dingin. Mungkin darahnya lagi mengaliri hati saya yang sakit supaya bisa tetap hidup.