Tampilkan postingan dengan label God. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label God. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2018

He Knows What He is Doing

Dalam 1 bulan terakhir ini, perasaan saya jungkir balik. I know a man for a year and think that he is someone for me, but sejak bulan lalu,  saya jadi meragukan .. is he really someone for me?

Kenyataannya, ada beberapa hal yang masih mengganjal. Dia tidak bisa memegang kata 2 nya (masih plin plan) dan dia bukan someone who I can trust. Di sisi lain,  I really respect him dan satu hal yg bikin saya yakin,  dia mau berubah.  Entah bagaimana ada saja perubahan dalam diri dia setelah sebelumnya saya complain tentang ini itu ke Tuhan.

So, masih galau dan bimbang sampai hari ini.  Masih ada di tengah ketidakpastian, dan rasanya itu lebih berat daripada broken heart karena seperti ini jadi "kesana enggak, kesini enggak". Jadi malah sarkastis ke Tuhan dan mulai meragukan, apakah Tuhan beneran Tuhan yg berdaulat ? Kok sepertinya makin kesini saya hanya melihat kehancuran?

And then,  I got one lesson. Simple seh.  Mobil saya tanpa diduga diserempet motor.  First, saya pikir kerusakannya biasa aja.  Ok lah,  saya masih nyetir dgn biasa. Motor nya mah dah kabur.  Pas sampe di rumah n dicek, ternyata ... kerusakannya menurut saya parah. Kok bemper ny jadi ngegantung gitu? Kelepas melay melay? Wah, ini seh kudu dibawa ke bengkel asap. Jangan- jangan nanti di jalan malah tu bemper lepas seluruhnya.

Dah parno sepanjang malam itu.  Haduh, mobil kudu nginep. Belum lagi kudu kluar uang lebih buat benerin. Bisa abis brapa juta ini.  Budget lagi ga ada ke arah sana.
Pokoknya pikiran2 kuatir yang bikin tidur ga nyenyak. Lagi galau juga, makin pusing n rasanya tuh beban berat amat yaa..

Ok , waktu berlalu n lagi cari 2 waktu untuk ke bengkel. Tak diduga,  ada waktu kosong siang nya n saya kebetulan ga males. Langsung d ke bengkel dgn pikiran mau nanya dulu biayanya brapa n butuh waktu brapa hari. 

Di bengkel, ternyata oh ternyata ....

Betulinny ga sampe 15 menit. Cuma ketok sana ketok sini, eh udah terpasang sempurna.
N biaya nya ... ga sampe seratus ribu rupiah.  Padahal saya duga bisa ampe jutaan, kudu ganti bemper.

Dan saat itu saya merasa Tuhan sedang mentertawakan saya.
"Tuh lihat, kamu mikir nya ngejelimet karena kamu GA TAU. But AKU TAU. Makanya aku santai aja, karena Aku tahu apa yg lagi Aku kerjakan."

Dari situ saya dapat pelajaran ..
Dari sudut pandang manusia, rasanya hidup ini begitu amburadul. Hancur. Ga jelas. Kok semua nya berantakan? Padahal kita udah berusaha semampunya lho. Tapi usaha kok seperti ga ada artinya ya?

Ya ....  Karena kita bukan expert about life...

Tapi dari perspektif nya Tuhan, it is different. Dia bisa terlihat santai n tenang karena Dia tau, Dia bisa mengatasi ini dgn begitu sederhana n mudah. 
Because He Know What He will and can do.

Sama seperti murid- murid yang begitu ketakutan di tengah badai,  but yang Tuhan lakukan itu malah tidur.  Yes, because He Know badai itu tidak akan mencelakakan Dia.

So, minggu ini saya dapat pelajaran ... just wait n trust Him, because He knows what He is doing. Dan saya aman di dalam tangan Nya, apapun hasil akhir dari kegalauan saya.

This is God ’s Word on the subject: “As soon as Babylon’s seventy years are up and not a day before, I’ll show up and take care of you as I promised and bring you back home. I know what I’m doing. I have it all planned out—plans to take care of you, not abandon you, plans to give you the future you hope for. " Jeremiah 29:11 MSG

Senin, 19 Februari 2018

He Is Into Me or Not Into Me?


Itu pertanyaan yang sering ditanyakan ce-ce kalo radarnya menangkap ada co menarik, dan lebih lagi, kok ni co keknya ada perhatian lebih y? Trus jadi suka chatting, suka jalan bareng, suka maksi bareng or dinner bareng … tapi setelah beberapa bulan, lho? Tuh co kok ilang kabar y? Or mulai jadi renggang hubungannya?

Ada lagi co lain, keliatannya cuek banget, gak pernah ada perhatian, kok tau-tau bisa nembak gitu y?
Nah lo, jadi gimana ne? Males banget kalau kita dah dibuat melting sama satu cowo, trus tau-tau tuh cowo hilang? Sebenernya maksudnya apa? Tapi bingung juga kalau tiba-tiba ditembak sama co yang kita anggap cuma sebagai teman, karena gak ada acara pdkt dll?

Dari sini, saya selalu bilang sama diri sendiri . Kita gak bisa mengontrol tindakan orang lain, tapi kita bisa mengontrol  reaksi kita terhadap tindakan orang lain. Buat gals yang merasa semua co kok brengsek banget, keknya main php, trus kita dah merasa kegeeran duluan, inget! Yang menentukan sikap si co emang tuh co, tapi tetep, kalau tidak ada ijin dari kita, mau tu co jungkir balik gimanapun juga, tetep kita yang memegang peranan.

So, gimana tau he is into me or not into me?

Gak bisa tahu sampai saat tu co ngomong langsung ke kita. Selama itu belum terjadi, better anggap dia sebagai teman biasa, alias not into you. Bisa aja dia memang baik ke semua orang, bukan cuma ke kita. Bisa juga niatnya kurang bagus, Cuma php in ce tanpa ada tindak lebih lanjut. Intinya, jaga hati kita.  

Jangan sekali-kali “memaksa” dia untuk minta kejelasan status. Karena kalau tu co emang mau serius sama kita, pasti dia ngomong kok kalau udah waktunya. Co itu diciptakan sebagai inisiator. Kalau tuh co ngomong kejelasan status aja gak siap, berarti dia merasa emang belum waktunya or Cuma main-main. So, kalau kamu sebagai ce merasa terlalu lelah menunggu atau merasa terlalu lama, berarti memang tu co belum jodoh. Tetep buka pertemanan dengan co lain dan jangan langsung jadi eksklusif karena dah keburu ada perasaan sama satu cowo.

Doa sama Tuhan. Ini yang paling bisa dilakukan sebagai seorang cewe. Ngomong duluan jelas big no kalau buat gue! Cuma kalau curhat sama Tuhan, boleh banget. Ngomong aja lagi suka sama si A, tapi kok dia gak jelas gitu? Trus cerita kalau si B keknya suka, tapi ak gak suka, Cuma B kok lebih baik daripada A? Nanti Tuhan juga akan kasi jawaban kok, biarpun jawabannya belum tentu yang kita mau. Yang penting, jangan memaksakan kehendak sama Tuhan, karena Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita.  So, trust in God and trust in God timing!


"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."
( Mazmur 37 : 5)


. 

Kamis, 10 Agustus 2017

When Life is Tasteless At All

Hidup terasa manis jika kita sedang dalam keadaan bahagia, entah karena promosi pekerjaan, order baru, mendapat gelar baru, berhasil menyelesaikan suatu tender, ataupun karena peristiwa bahagia dalam keluarga.
Hidup terasa pahit ketika kita gagal mendapatkan sesuatu, kalah dalam kompetisi, atau baru mengalami kematian orang terdekat.
Hidup terasa asam ketika kita berkelahi dengan orang di jalanan, kesal karena macet, keki karena ditikung teman kerja.
Dan hidup terasa gurih ketika kita sedang excited dan bersemangat, ketika mencoba pengalaman baru, suasana baru, kehidupan baru.
Tapi bagaimana kalau hidup mulai tidak berasa apa-apa? Ketika apa yang semua kita lakukan terasa hampa, kosong, tanpa semangat?

Kalau dalam istilah kejiwaan namanya abulia. Kondisi dimana tidak ada semangat untuk melakukan apapun. Dan ini yang terjadi pada diri saya. Apakah gejala dari depresi? Saya rasa bukan. Saya pernah mengalami depresi (dan untungnya, belajar kedokteran jiwa sehingga bisa mengantisipasinya). Saya pikir lebih karena tipe kepribadian saya yang melankolis. Memang sudah dasarnya begini. Apa-apa terlalu dipikirin, apa-apa dirasa, jadinya kejelimet sendiri.

Padahal semua tujuan saya sebelum umur 30 tahun tercapai. Mobil, rumah, gelar baru. Semua sudah saya dapatkan. Tapi ketika semua sudah di tangan,  malah rasanya kosong. Hidup jadi hampa. Lifeless. Saya pun bertanya-tanya mengapa bisa begini.

Selama 5 tahun ini, saya mengeluarkan segala upaya dan tenaga untuk mencapai tujuan ini itu. Mungkin karena itu. Ketika sampai pada suatu titik dimana semua tujuan tercapai dan tidak perlu upaya lagi, terjadi adrenalin fall. Perasaan excited dan bersemangat untuk mencapai tujuan sehingga adrenalin mengalir kencang mulai menurun drastis. Jika seperti ini,  apa yg harus dilakukan? Ini hasil pengalaman selama 3 bulan mencari cara mengubah lifeless ini menjadi life to the max tanpa perlu adanya adrenalin flow.


Take a breath. Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas, jadi hidup terasa monoton. Tiap hari melakukan hal yang sama, aktivitas yang sama; hidup jadi tidak menarik lagi. Saatnya take a breath in a holiday. Benar-benar holiday 100 persen dimana kita missing out. Non aktifkan hp, agar tidak ada “gangguan” dari rutinitas kita. Cari suasana baru, nikmati makanan setempat, aktivitas setempat, sampai tempat tidur dan kamar yg berbeda. Jangan membuat aktivitas holiday yang terlalu padat. Aktivitas ini itu ok saja, tapi ingat bahwa tujuan holiday untuk istirahat dan lepas dari rutinitas.

Sejujurnya, tidur paling nyaman, pulas, tanpa banyak pikiran saya alami ketika sedang traveling di Bangkok. 1 hari saya habiskan hanya untuk tidur.  Ditotal, 17 jam saya pakai waktu di Bangkok untuk tidur. Merasa sayang padahal bisa melakukan hal lain di kota yang mungkin hanya dikunjungi sekali seumur hidup? Tidak juga! Saat bangun dari 17 jam hibernasi, saya merasa benar-benar tercharge.

Missing out. Terkadang yang bikin kita merasa lifeless itu “gangguan” dari rekan kerja, customer, sampai pada percakapan grup yang banyak itu. Seharusnya kita meluangkan waktu untuk lepas dari “gangguan” itu, namun tetap saja, merasa FOMO (Fear of Missing Out). Takut ketinggalan berita atau karena terlalu kepo. Padahal dunia kita dapat terus berputar tanpa kita perlu tahu segala sesuatu yang terjadi. Dan ternyata kita tetap bisa hidup tanpa chatting di hp atau nimbrung dalam grup kok!

Take alone time with God and ourself. Jadi ingat satu ayat ini dari Alkitab. “Marilah kepadaku, yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan padamu.” Berbeban berat kaga, letih lesu iya. Jadi, saya lebih banyak berkomunikasi dengan yang di Atas. Lebih banyak menghabiskan waktu membaca firman-Nya. Belajar untuk duduk diam di hadirat-Nya, tanpa pikiran melayang ke pasien A, teman B, aktivitas C.

Learn to stand still, not running. Belajar untuk diam dalam suatu waktu. Karena terlalu terbiasa berlari dalam hidup, ketika berhenti berlari, saya merasa ada yang hilang. Perlu sekali namanya untuk “mengasah gergaji” (meminjam istilah "Seven Highly Effective Habits for Teen" by Sean R Covey) sebelum berlari lagi.  Mencari tujuan baru lagi.. Dan saya lagi belajar untuk “mengasah gergaji”. Belajar take a rest.

Awalnya melakukan semua itu sulit, tapi saya membiasakan diri untuk melakukan semua itu. Belajar mengenal diri sendiri lebih dalam, menemukan diri yang hilang, dan belajar untuk lebih santai dalam memandang hidup. Dengan sendirinya, kebiasaan itu mulai merasuk sampai akhirnya saya bisa menikmatinya.

Dan sekarang …. Saya siap untuk berlari lagi … Untuk menggapai tujuan baru … dengan semangat dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Welcome the next level me!


Selasa, 11 Juli 2017

Inside A Happy Nest .. Mine!

Dalam satu tahun sejak membeli rumah, salah satu kegiatan menarik adalah mendekornya. Ribet tapi sangat menyenangkan. Harus diakui, mendekor itu gampang-gampang susah. Kita harus jadi ahli ukur, ahli tata ruang, sekaligus seniman untuk padu padan antar ruangan, furniture, dan pernak pernik. Jangan sampai ketika kita sudah membeli furniture, malah tidak bisa masuk kamar kita. Ataupun ketika kita sudah membeli pernak pernik, tidak cocok dengan warna gorden ataupun keramik.

Mendekor rumah sebaiknya jangan dilakukan sekaligus untuk menghindari kelebihan beli. Perlahan tapi pasti. Jangan membeli berlebihan, tapi juga jangan terlalu minim sampai tidak nyaman.


Dan ..... inilah penampakan rumah setelah didekor  ...


Bikin Cantik Rumah Tahap 1




Bikin Cantik Rumah Tahap 2


Tema buat rumah mungil ini adalah simple dan manis. Gak terlalu banyak pernak pernik, furniture pun minimalis (kebanyakan warna putih,abu, dan hitam), tapi dipermanis dengan bantal-bantal bermotif dan sticker bunga yang warna nya ceria. Sesuailah dengan keinginan saya yang efisien, tidak banyak gaya, tapi tetap girly.



"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan 
bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik"
Amsal 24 : 3-4






Rabu, 11 Mei 2016

Update Cerita Kehidupan dan Pencapaian Di Akhir 20-an

Sudah lama sekali saya tidak update blog. Malas, sibuk, gak mood ... semua jadi excuse buat gak nulis lagi. N tiba-tiba, merasa rindu untuk menulis .. rindu untuk berbagi cerita ... n here I am, writing again after long time hiatus.

Dalam dua tahun ini, of course ada perubahan yang terjadi. Tidak terlalu banyak, tapi lumayan signifikan dalam hidup.

First, my target dan cita-cita dari umur 15 tahun akhirnya tercapai.  Punya rumah sendiri. Saya tidak tahu cita- cita orang lain apa kalau sudah mencapai umur 30, tapi dari dulu, sejak dari remaja keinginan saya adalah punya rumah sendiri. My own nest, yang saya dapatkan dari hasil jerih payah. N saat proses beli rumah, boleh lah sedikit berbangga karena tanpa bantuan keluarga sama sekali. Dari awal sampai akhir saya urus semua sendiri. Nyambangin lokasi rumah satu-satu, seleksi rumah, bikin NPWP, akad kredit ke bank .... semua tanpa ditemani keluarga.

Selasa, 24 Maret 2015

Kebahagiaan dalam Hal Kecil

Kita selalu mencari kebahagiaan di tempat-tempat tinggi. Kita mencari kebahagiaan dalam materi, pujian dari orang lain, perawakan diri, atau penghargaan dari dunia. Tetapi, kadang kebahagiaan muncul dari hal-hal kecil yang kita lalukan tiap hari.

Let’s Have Grown Up Love!



Ketika membaca buku "When God Writes Your Love Story", ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. "Cinta kekana-kanakan selalu membandingkan, mengharapkan, dan memperjuangkan hubungan yang aman. "

Membaca kalimat ini, membuat saya melihat hubungan pasangan di sekeliling saya, sekaligus melihat ke masa lalu (hubungan pribadi). Sebagian besar hubungan cinta yang saya lihat diwarnai dengan cinta yang tidak dewasa. Banyak konflik, pertengkaran, dan sakit hati yang tidak perlu terjadi karena cinta kekanak-kanakan. Hanya saja, terkadang kita tidak menyadari cinta yang kita miliki itu cinta yang tidak dewasa.

Saya coba rangkum beberapa point di sini mengenai esensi cinta dewasa menurut pendapat saya pribadi. Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri ketika suatu saat membangun courtship, dan mudah-mudahan bisa berguna juga bagi orang lain. 

Senin, 23 Februari 2015

Waiting Faithfully (The Power of Waiting on God part 2)

Ketika berada di lembah kekelaman, kita paling banyak belajar. Mengapa? Karena di dalam lembah kekelaman lah kita berusaha mencari Tuhan paling banyak. Kalau lagi senang mah, biasanya bilang, "God, thank you" .. trus cabut ke sana sini ... paling mencari Tuhan itu hanya pada waktu malam sebelum tidur or waktu senggang. Tapi ketika berada dalam lembah kekelaman, sepanjang waktu nyari Tuhan. Bertanya rencana Tuhan, minta petunjuk-Nya, menyerahkan diri ke Tuhan, meminta penguatan, dll.

Yup, saat ini saya lagi berada dalam lembah kekelaman (lagi). Memang orang melankolis itu sering berada dalam lembah kekelaman. Bukan karena masalahnya (toh orang hidup pasti ada aja masalah), tapi setiap masalah terlalu dioverthinking. Tapi lembah kekelaman ini, dalam skala 1-10, berada dalam level 7. Lumayan berat, soalnya sampai berpengaruh ke fisik. Saya jadi malas makan, gak mau makan, tiap makan pasti mual, lemes terus bawaannya, dan tangan kaki selalu terasa dingin. Mungkin darahnya lagi mengaliri hati saya yang sakit supaya bisa tetap hidup.

Senin, 09 Februari 2015

Grow your Character First before Grow your Rich!

Seorang teman cowok pernah bilang begini sama saya, "Sapa seh yang gak mau sama elu, Cin? Udah dokter, udah bisa beli mobil sendiri, etc .. a etc .. " yang menyebutkan semua pencapaian saya dalam hidup, tapi semua dinilai dari sisi materi dan gelar.

Saat dengar kata tersebut, dalam hati agak sedikit terangkat. Tapi setelah dipikir jauh lebih dalam, sejujurnya jadi merasa terhina. Dalam otak saya, hmm .. kalau gitu seorang cowo mau sama saya karena ngeliat mobil saya? Ngeliat titel saya 'dr'? Ngeliat seberapa kaya saya? Bukan karena diri saya?

Kamis, 05 Februari 2015

The Power of Waiting God ...

Dua hari terakhir ini, perasaan saya tidak enak. Super tidak enak. Jantung rasanya deg-degan gak keruan padahal tidak ada pemicunya. Rada-rada gak nyaman di bagian dada.

Pikiran yang pertama muncul : permainan hormon neh. Memang sudah dekat-dekat tanggalnya mau 'dapet', jadi mungkin jantung harus memompa darah lebih kuat karena ada perdarahan fisiologis.

Pikiran kedua yang lebih ekstrem : apa saya menderita kelainan jantung dini? Tapi masa tiba-tiba muncul? Pas periksa diri sendiri dengan stetoskop, hmm.. dengar detak jantung rasanya normal biarpun lebih cepat dari biasanya.

Akhirnya dibawa tidur saja. Pagi ini, masih berasa deg-degan, tapi karena sibuk praktek dll dari pagi, berusaha agar tidak dirasa-rasa. Siangnya pas ngecek, eh .. bener .. sudah keluar darahnya. Udah dapet. Biasanya kalau sudah dapat, detak jantung balik ke normal, tapi kok malah makin gak keruan?

Hmm ... bingung. Apa saya memendam sesuatu ya, seperti dulu waktu masih kuliah? Kalau sudah memendam rasa marah dan emosi, biasanya fisik saya bakal sakit. Tapi kok rasanya berbeda?
Pengen gak dipikirin, malah makin kepikiran. Akhirnya tidur siang, dengan harapan akan membaik.
Pas bangun, boro-boro membaik, rasanya tetap sama.

Gak sengaja, mata tertumbuk dengan buku Joshua Harris 'Boy meet Girl'. Mulai baca-baca sana sini secara ngasal. Dann... ketemu deh apa yang bikin perasaan gak enak.

Minggu, 10 November 2013

Prinsip Jodoh Versi Pribadi

Akhir-akhir ini, ada pertanyaan yang mengganggu saya. Tidak seperti rasa sakit atau gatal yang sangat mengganggu, tapi lebih kepada rasa pegal yang menggigit pelan-pelan. Pertanyaan soal, yang mana neh yang terbaik buat saya?

Hehe .. Kalau membaca di atas, pasti langsung tahu 'rasa pegal'nya soal apa. Iya, soal jodoh. Gak tau cuma perasaan saja atau gimana, tapi akhir-akhir ini ada beberapa co (y, karena saya ce) yang kok rasanya berseliweran di hidup saya? Biasanya hidup saya adem ayem aja..

Memang saya punya banyak ada teman co (benar-benar teman co n no romance atau pikiran lebih jauh) tapi baru-baru akhir ini saya menyadari, beberapa memang potensial untuk diajak bicara soal jodoh...

Btw, dalam soal jodoh itu ada beberapa prinsip yang saya punya soal jodoh ... yakni .... 

Jumat, 08 November 2013

Prinsip Jodoh versi Alkitab

Jodoh! Di jurnal lain saya merangkum beberapa prinsip soal jodoh menurut pendapat saya (silakan buka di sini). Di sisi lain, saya juga penasaran apa seh kata Alkitab soal perjodohan ... Pertanyaan saya mencakup when, who, why ...

Kapan saat munculnya?
Orang yang seperti apa yang akan menjadi pasangan kita?
Untuk apa seh kita berpasangan?

Lalu terpikir untuk membuka Alkitab dan langsung saya membuka kitab Kejadian yang memuat soal jodoh pertama di dunia .. Ya, Adam dan Hawa ... When n who saya terjawab dari ayat ini ..

Bagaimana seh kronologisnya kalau di kisah cinta Adam dan Hawa?

Kamis, 07 November 2013

Gada dan Tongkatnya Tuhan

Kira-kira sebulan lalu, ada khotbah yang masih saya ingat sampai sekarang, biarpun hanya 1 ayat dan penjelasannya. Ini ayatnya :

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,  sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(Mazmur 23 : 4)
Ini ayat terkenaall banget-bangetan. Bahkan ini adalah salah satu konteks pasal yang saya ingat. Tapi saat pendetanya berkhotbah, ada pemahaman baru yang saya dapatkan. 

Mau Jadi Orang Kaya atau Orang yang Diberkati?

Kemarin saat ikut kebaktian di gereja setempat, khotbah yang dibawakan cukup menarik saya. Yup, sesuai judul postingan, si pendeta mengawali khotbah dengan pertanyaan, " Saudara lebih pilih mana? Menjadi orang kaya atau menjadi orang yang diberkati?"

Lho? lho?lho?

Kamis, 26 April 2012

April : Moving on In My Life!



Selama sebulan ini, saya menghilang dari peredaran dunia blogger. Terlihat jelas dari tulisan-tulisan saya yang tak bermunculan. Hanya perkembangan mood di Facebook yang masih dapat diupdate setiap hari. Selebihnya? Saya lenyap ditelan kesibukan sehari-hari. N di bulan April ini, my life changed. Bukan perubahan yang besar banget, tapi cukup mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Apa saja yang berubah?

Kamis, 09 Februari 2012

Hal Kekuatiran ..

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung. Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya.
 


Jumat, 20 Januari 2012

Thanksgiving Thursday : Debu dalam Kerang!



Alkisah, ada sebuah debu yang 'terdampar' masuk dalam Kerang Raksasa. Debu itu berada dalam tubuh Si Kerang. Si debu yang tidak tahu mengapa dia bisa di sini, sangat ketakutan. Ruangan itu begitu gelap, tidak ada cahaya ke mana dia harus pergi. Tidak seperti yang dulu, ketika dia bebas bermain di laut. Sekarang dunianya hanya sejengkal. Tadinya dia bisa berpergian ke mana saja, tetapi sekarang dia terperangkap dalam tubuh Kerang tersebut.

Kamis, 12 Januari 2012