Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Inside A Happy Nest .. Mine!

Dalam satu tahun sejak membeli rumah, salah satu kegiatan menarik adalah mendekornya. Ribet tapi sangat menyenangkan. Harus diakui, mendekor itu gampang-gampang susah. Kita harus jadi ahli ukur, ahli tata ruang, sekaligus seniman untuk padu padan antar ruangan, furniture, dan pernak pernik. Jangan sampai ketika kita sudah membeli furniture, malah tidak bisa masuk kamar kita. Ataupun ketika kita sudah membeli pernak pernik, tidak cocok dengan warna gorden ataupun keramik.

Mendekor rumah sebaiknya jangan dilakukan sekaligus untuk menghindari kelebihan beli. Perlahan tapi pasti. Jangan membeli berlebihan, tapi juga jangan terlalu minim sampai tidak nyaman.


Dan ..... inilah penampakan rumah setelah didekor  ...


Bikin Cantik Rumah Tahap 1




Bikin Cantik Rumah Tahap 2


Tema buat rumah mungil ini adalah simple dan manis. Gak terlalu banyak pernak pernik, furniture pun minimalis (kebanyakan warna putih,abu, dan hitam), tapi dipermanis dengan bantal-bantal bermotif dan sticker bunga yang warna nya ceria. Sesuailah dengan keinginan saya yang efisien, tidak banyak gaya, tapi tetap girly.



"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan 
bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik"
Amsal 24 : 3-4






Rabu, 04 Maret 2015

Menjinakkan Insecure dalam Diri


Dari dulu, saya super takut saat berusaha menjalin hubungan dengan cowok, dan hanya bidang ini saja yang membuat saya tidak berkutik. Pada bidang lain, rasa takut bisa saya lawan sampai saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan rasa takut itu. Tapi dalam soal co? Saya yang kabur duluan dari tembok rasa takut itu. Kalau ada cowok yang mendekat, langsung saya tanggapi dengan sangat dingin. Langsung saya tolak dengan sinis.

Dulu saya tidak tahu mengapa bisa demikian, hanya tahu kalau semua co itu brengsek. Tapi baru-baru kali ini saya melihat, penyebabnya adalah perasaan tidak aman dalam diri. Rasa insecure. Takut kalau saya sudah jatuh hati dengan cowok tersebut, eh .. tuh cowok malah meninggalkan saya. Tuh cowok malah beraling ke cewek lain. Pengalaman masa kecil dan masa kuliah yang membuat saya semakin insecure dalam diri. Dan akibatnya, saat saya jatuh hati dengan cowok, saya juga membawa rasa parno dan insecure dalam diri. Dan entah mengapa, cowok2 itu selalu lihai mencium rasa insecure saya. Kadang mereka memanfaatkan rasa insecure saya untuk melihat, apakah memang saya fall buat co itu, karena di luar saya dibilang poker face n susah menunjukkan perasaan.

Selasa, 01 April 2014

Anniversary: Renungan 3 Tahun Jadi Dokter!

3 tahun! Tak terasa sudah 3 tahun. Masih menghitung tahun-tahun menjadi dokter tapi sebenarnya tidak menyadari, waktu itu berlalu sangat cepat. Mengingat-ingat anniversary sebelumnya, lagi ngapain ya setiap tanggal 30 Maret ini?

Jumat, 06 Desember 2013

Kesalahan dalam Khayalan Novel Roman

Namanya cewek, pasti suka dengan hal-hal yang berbau romansa. Tidak heran kalau film atau novel romansa menjadi laku keras, dan sudah dapat ditebak, 80-90 % penggemarnya adalah cewek.

Mengapa? Karena kita merindukan suatu romansa dalam kehidupan kita. Itu memang suatu bawaan dasar setiap perempuan. Dengan membaca novel roman, menonton film romansa, kita memiliki ruang untuk berkhayal. Kita berharap untuk mendapat prince charming (wajah tampan, body bagus, kepribadian juga protektif dan womanizer tapi di depan si tokoh ce utama dia langsung bertekuk lutut) seperti gambaran di novel-novel.

Dalam manifestasinya, ada beberapa cewek (termasuk saya), saking terhanyutnya dan terharunya dengan kisah 'indah' itu, akibatnya tidaklah bisa membedakan antara delusi dan realitas. Dan parahnya, kita tidak sadar kalau sedang mengalami delusi. Tanpa sadar, kita sering berusaha menerapkan hubungan novel untuk dibawa masuk ke dalam dunia nyata, dengan keinginan untuk mendapatkan happy ending seperti di novel-novel itu.

Kenyataannya, sesuatu yang menurut dunia novel itu indah bisa menjadi kutuk di dunia nyata. Kekecewaaan superrr besar, hubungan yang memburuk, dan rasa depresi dapat menjadi akibatnya. So, mari kita bedakan delusi dunia novel dengan realitas dunia nyata.

Jumat, 08 November 2013

Hubungan antara Kecantikan dan Kejiwaan ..

Kalau ditanya kenalan saya sewaktu masih kuliah, "Ingin jadi dokter apa?" ..  Saya langsung menjawab .. dokter spesialis kejiwaan. Bulat, mantap, tanpa mikir lagi .. Reaksi dari kenalan dan keluarga?

Mengerutkan kening ...

Mereka tak habis pikir  (keliatan dari raut mukanya)...

Dan akhirnya.... semuanya bilang hal yang sama : menyiratkan ketidaksetujuan ... Mereka takut saya ikut menjadi gila (dalam arti mengalami gangguan kejiwaan). 

Waktu pun berlanjut, saya lulus kuliah, menjadi dokter .... Ternyata malah masuk ke arah kecantikan. Padahal sewaktu kuliah, gak pernah terpikir untuk masuk kecantikan. Memang, sebagian besar teman seangkatan saya ingin masuk kecantikan, saya mah malah sibuk mendalami kejiwaan. Tapi selesai kuliah, kok rasanya Tuhan nunjukkin jalannya ke  arah kecantikan ya? Ke arah kejiwaannya gak ada tuh sedikitpun