Tampilkan postingan dengan label LIFE CLASSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE CLASSES. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2018

He Knows What He is Doing

Dalam 1 bulan terakhir ini, perasaan saya jungkir balik. I know a man for a year and think that he is someone for me, but sejak bulan lalu,  saya jadi meragukan .. is he really someone for me?

Kenyataannya, ada beberapa hal yang masih mengganjal. Dia tidak bisa memegang kata 2 nya (masih plin plan) dan dia bukan someone who I can trust. Di sisi lain,  I really respect him dan satu hal yg bikin saya yakin,  dia mau berubah.  Entah bagaimana ada saja perubahan dalam diri dia setelah sebelumnya saya complain tentang ini itu ke Tuhan.

So, masih galau dan bimbang sampai hari ini.  Masih ada di tengah ketidakpastian, dan rasanya itu lebih berat daripada broken heart karena seperti ini jadi "kesana enggak, kesini enggak". Jadi malah sarkastis ke Tuhan dan mulai meragukan, apakah Tuhan beneran Tuhan yg berdaulat ? Kok sepertinya makin kesini saya hanya melihat kehancuran?

And then,  I got one lesson. Simple seh.  Mobil saya tanpa diduga diserempet motor.  First, saya pikir kerusakannya biasa aja.  Ok lah,  saya masih nyetir dgn biasa. Motor nya mah dah kabur.  Pas sampe di rumah n dicek, ternyata ... kerusakannya menurut saya parah. Kok bemper ny jadi ngegantung gitu? Kelepas melay melay? Wah, ini seh kudu dibawa ke bengkel asap. Jangan- jangan nanti di jalan malah tu bemper lepas seluruhnya.

Dah parno sepanjang malam itu.  Haduh, mobil kudu nginep. Belum lagi kudu kluar uang lebih buat benerin. Bisa abis brapa juta ini.  Budget lagi ga ada ke arah sana.
Pokoknya pikiran2 kuatir yang bikin tidur ga nyenyak. Lagi galau juga, makin pusing n rasanya tuh beban berat amat yaa..

Ok , waktu berlalu n lagi cari 2 waktu untuk ke bengkel. Tak diduga,  ada waktu kosong siang nya n saya kebetulan ga males. Langsung d ke bengkel dgn pikiran mau nanya dulu biayanya brapa n butuh waktu brapa hari. 

Di bengkel, ternyata oh ternyata ....

Betulinny ga sampe 15 menit. Cuma ketok sana ketok sini, eh udah terpasang sempurna.
N biaya nya ... ga sampe seratus ribu rupiah.  Padahal saya duga bisa ampe jutaan, kudu ganti bemper.

Dan saat itu saya merasa Tuhan sedang mentertawakan saya.
"Tuh lihat, kamu mikir nya ngejelimet karena kamu GA TAU. But AKU TAU. Makanya aku santai aja, karena Aku tahu apa yg lagi Aku kerjakan."

Dari situ saya dapat pelajaran ..
Dari sudut pandang manusia, rasanya hidup ini begitu amburadul. Hancur. Ga jelas. Kok semua nya berantakan? Padahal kita udah berusaha semampunya lho. Tapi usaha kok seperti ga ada artinya ya?

Ya ....  Karena kita bukan expert about life...

Tapi dari perspektif nya Tuhan, it is different. Dia bisa terlihat santai n tenang karena Dia tau, Dia bisa mengatasi ini dgn begitu sederhana n mudah. 
Because He Know What He will and can do.

Sama seperti murid- murid yang begitu ketakutan di tengah badai,  but yang Tuhan lakukan itu malah tidur.  Yes, because He Know badai itu tidak akan mencelakakan Dia.

So, minggu ini saya dapat pelajaran ... just wait n trust Him, because He knows what He is doing. Dan saya aman di dalam tangan Nya, apapun hasil akhir dari kegalauan saya.

This is God ’s Word on the subject: “As soon as Babylon’s seventy years are up and not a day before, I’ll show up and take care of you as I promised and bring you back home. I know what I’m doing. I have it all planned out—plans to take care of you, not abandon you, plans to give you the future you hope for. " Jeremiah 29:11 MSG

Senin, 19 Februari 2018

He Is Into Me or Not Into Me?


Itu pertanyaan yang sering ditanyakan ce-ce kalo radarnya menangkap ada co menarik, dan lebih lagi, kok ni co keknya ada perhatian lebih y? Trus jadi suka chatting, suka jalan bareng, suka maksi bareng or dinner bareng … tapi setelah beberapa bulan, lho? Tuh co kok ilang kabar y? Or mulai jadi renggang hubungannya?

Ada lagi co lain, keliatannya cuek banget, gak pernah ada perhatian, kok tau-tau bisa nembak gitu y?
Nah lo, jadi gimana ne? Males banget kalau kita dah dibuat melting sama satu cowo, trus tau-tau tuh cowo hilang? Sebenernya maksudnya apa? Tapi bingung juga kalau tiba-tiba ditembak sama co yang kita anggap cuma sebagai teman, karena gak ada acara pdkt dll?

Dari sini, saya selalu bilang sama diri sendiri . Kita gak bisa mengontrol tindakan orang lain, tapi kita bisa mengontrol  reaksi kita terhadap tindakan orang lain. Buat gals yang merasa semua co kok brengsek banget, keknya main php, trus kita dah merasa kegeeran duluan, inget! Yang menentukan sikap si co emang tuh co, tapi tetep, kalau tidak ada ijin dari kita, mau tu co jungkir balik gimanapun juga, tetep kita yang memegang peranan.

So, gimana tau he is into me or not into me?

Gak bisa tahu sampai saat tu co ngomong langsung ke kita. Selama itu belum terjadi, better anggap dia sebagai teman biasa, alias not into you. Bisa aja dia memang baik ke semua orang, bukan cuma ke kita. Bisa juga niatnya kurang bagus, Cuma php in ce tanpa ada tindak lebih lanjut. Intinya, jaga hati kita.  

Jangan sekali-kali “memaksa” dia untuk minta kejelasan status. Karena kalau tu co emang mau serius sama kita, pasti dia ngomong kok kalau udah waktunya. Co itu diciptakan sebagai inisiator. Kalau tuh co ngomong kejelasan status aja gak siap, berarti dia merasa emang belum waktunya or Cuma main-main. So, kalau kamu sebagai ce merasa terlalu lelah menunggu atau merasa terlalu lama, berarti memang tu co belum jodoh. Tetep buka pertemanan dengan co lain dan jangan langsung jadi eksklusif karena dah keburu ada perasaan sama satu cowo.

Doa sama Tuhan. Ini yang paling bisa dilakukan sebagai seorang cewe. Ngomong duluan jelas big no kalau buat gue! Cuma kalau curhat sama Tuhan, boleh banget. Ngomong aja lagi suka sama si A, tapi kok dia gak jelas gitu? Trus cerita kalau si B keknya suka, tapi ak gak suka, Cuma B kok lebih baik daripada A? Nanti Tuhan juga akan kasi jawaban kok, biarpun jawabannya belum tentu yang kita mau. Yang penting, jangan memaksakan kehendak sama Tuhan, karena Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita.  So, trust in God and trust in God timing!


"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."
( Mazmur 37 : 5)


. 

Kamis, 10 Agustus 2017

When Life is Tasteless At All

Hidup terasa manis jika kita sedang dalam keadaan bahagia, entah karena promosi pekerjaan, order baru, mendapat gelar baru, berhasil menyelesaikan suatu tender, ataupun karena peristiwa bahagia dalam keluarga.
Hidup terasa pahit ketika kita gagal mendapatkan sesuatu, kalah dalam kompetisi, atau baru mengalami kematian orang terdekat.
Hidup terasa asam ketika kita berkelahi dengan orang di jalanan, kesal karena macet, keki karena ditikung teman kerja.
Dan hidup terasa gurih ketika kita sedang excited dan bersemangat, ketika mencoba pengalaman baru, suasana baru, kehidupan baru.
Tapi bagaimana kalau hidup mulai tidak berasa apa-apa? Ketika apa yang semua kita lakukan terasa hampa, kosong, tanpa semangat?

Kalau dalam istilah kejiwaan namanya abulia. Kondisi dimana tidak ada semangat untuk melakukan apapun. Dan ini yang terjadi pada diri saya. Apakah gejala dari depresi? Saya rasa bukan. Saya pernah mengalami depresi (dan untungnya, belajar kedokteran jiwa sehingga bisa mengantisipasinya). Saya pikir lebih karena tipe kepribadian saya yang melankolis. Memang sudah dasarnya begini. Apa-apa terlalu dipikirin, apa-apa dirasa, jadinya kejelimet sendiri.

Padahal semua tujuan saya sebelum umur 30 tahun tercapai. Mobil, rumah, gelar baru. Semua sudah saya dapatkan. Tapi ketika semua sudah di tangan,  malah rasanya kosong. Hidup jadi hampa. Lifeless. Saya pun bertanya-tanya mengapa bisa begini.

Selama 5 tahun ini, saya mengeluarkan segala upaya dan tenaga untuk mencapai tujuan ini itu. Mungkin karena itu. Ketika sampai pada suatu titik dimana semua tujuan tercapai dan tidak perlu upaya lagi, terjadi adrenalin fall. Perasaan excited dan bersemangat untuk mencapai tujuan sehingga adrenalin mengalir kencang mulai menurun drastis. Jika seperti ini,  apa yg harus dilakukan? Ini hasil pengalaman selama 3 bulan mencari cara mengubah lifeless ini menjadi life to the max tanpa perlu adanya adrenalin flow.


Take a breath. Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas, jadi hidup terasa monoton. Tiap hari melakukan hal yang sama, aktivitas yang sama; hidup jadi tidak menarik lagi. Saatnya take a breath in a holiday. Benar-benar holiday 100 persen dimana kita missing out. Non aktifkan hp, agar tidak ada “gangguan” dari rutinitas kita. Cari suasana baru, nikmati makanan setempat, aktivitas setempat, sampai tempat tidur dan kamar yg berbeda. Jangan membuat aktivitas holiday yang terlalu padat. Aktivitas ini itu ok saja, tapi ingat bahwa tujuan holiday untuk istirahat dan lepas dari rutinitas.

Sejujurnya, tidur paling nyaman, pulas, tanpa banyak pikiran saya alami ketika sedang traveling di Bangkok. 1 hari saya habiskan hanya untuk tidur.  Ditotal, 17 jam saya pakai waktu di Bangkok untuk tidur. Merasa sayang padahal bisa melakukan hal lain di kota yang mungkin hanya dikunjungi sekali seumur hidup? Tidak juga! Saat bangun dari 17 jam hibernasi, saya merasa benar-benar tercharge.

Missing out. Terkadang yang bikin kita merasa lifeless itu “gangguan” dari rekan kerja, customer, sampai pada percakapan grup yang banyak itu. Seharusnya kita meluangkan waktu untuk lepas dari “gangguan” itu, namun tetap saja, merasa FOMO (Fear of Missing Out). Takut ketinggalan berita atau karena terlalu kepo. Padahal dunia kita dapat terus berputar tanpa kita perlu tahu segala sesuatu yang terjadi. Dan ternyata kita tetap bisa hidup tanpa chatting di hp atau nimbrung dalam grup kok!

Take alone time with God and ourself. Jadi ingat satu ayat ini dari Alkitab. “Marilah kepadaku, yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan padamu.” Berbeban berat kaga, letih lesu iya. Jadi, saya lebih banyak berkomunikasi dengan yang di Atas. Lebih banyak menghabiskan waktu membaca firman-Nya. Belajar untuk duduk diam di hadirat-Nya, tanpa pikiran melayang ke pasien A, teman B, aktivitas C.

Learn to stand still, not running. Belajar untuk diam dalam suatu waktu. Karena terlalu terbiasa berlari dalam hidup, ketika berhenti berlari, saya merasa ada yang hilang. Perlu sekali namanya untuk “mengasah gergaji” (meminjam istilah "Seven Highly Effective Habits for Teen" by Sean R Covey) sebelum berlari lagi.  Mencari tujuan baru lagi.. Dan saya lagi belajar untuk “mengasah gergaji”. Belajar take a rest.

Awalnya melakukan semua itu sulit, tapi saya membiasakan diri untuk melakukan semua itu. Belajar mengenal diri sendiri lebih dalam, menemukan diri yang hilang, dan belajar untuk lebih santai dalam memandang hidup. Dengan sendirinya, kebiasaan itu mulai merasuk sampai akhirnya saya bisa menikmatinya.

Dan sekarang …. Saya siap untuk berlari lagi … Untuk menggapai tujuan baru … dengan semangat dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Welcome the next level me!


Senin, 10 Juli 2017

Ketika Harus Mengurus Paspor yang Hilang di Negeri Orang … Cialat!!!

Paspor diibaratkan sebagai buku nyawa ketika kita berada di luar negeri. Uang, handphone, tas boleh hilang, tapi kalau sampai paspor hilang … habis sudah! Yang pernah mengalami pasti merasakan bingungnya dan tidak tahu harus bagaimana jika sampai buku nyawa itu hilang. Bagaimana tidak? Di luar negeri, paspor diperlukan untuk segala macam urusan, seperti KTP di Indonesia. Selain untuk keluar masuk pesawat, untuk check in hotel, masuk beberapa tempat wisata, dll. Rasanya sial banget kalau sampai hilang.

Nah, kejadian hilang paspor ini  baru kami alami dua bulan lalu, saat travelling ke Kamboja. Tepatnya ke Phnom Penh, ibukota Kamboja.  Sebenarnya teman saya yang kehilangan paspor, tapi kita sebagai teman yang ikut travelling bareng  merasakan juga ribet dan sengsaranya mengurus paspor hilang itu. 

Rabu, 11 Mei 2016

Update Cerita Kehidupan dan Pencapaian Di Akhir 20-an

Sudah lama sekali saya tidak update blog. Malas, sibuk, gak mood ... semua jadi excuse buat gak nulis lagi. N tiba-tiba, merasa rindu untuk menulis .. rindu untuk berbagi cerita ... n here I am, writing again after long time hiatus.

Dalam dua tahun ini, of course ada perubahan yang terjadi. Tidak terlalu banyak, tapi lumayan signifikan dalam hidup.

First, my target dan cita-cita dari umur 15 tahun akhirnya tercapai.  Punya rumah sendiri. Saya tidak tahu cita- cita orang lain apa kalau sudah mencapai umur 30, tapi dari dulu, sejak dari remaja keinginan saya adalah punya rumah sendiri. My own nest, yang saya dapatkan dari hasil jerih payah. N saat proses beli rumah, boleh lah sedikit berbangga karena tanpa bantuan keluarga sama sekali. Dari awal sampai akhir saya urus semua sendiri. Nyambangin lokasi rumah satu-satu, seleksi rumah, bikin NPWP, akad kredit ke bank .... semua tanpa ditemani keluarga.

Selasa, 24 Maret 2015

Let’s Have Grown Up Love!



Ketika membaca buku "When God Writes Your Love Story", ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. "Cinta kekana-kanakan selalu membandingkan, mengharapkan, dan memperjuangkan hubungan yang aman. "

Membaca kalimat ini, membuat saya melihat hubungan pasangan di sekeliling saya, sekaligus melihat ke masa lalu (hubungan pribadi). Sebagian besar hubungan cinta yang saya lihat diwarnai dengan cinta yang tidak dewasa. Banyak konflik, pertengkaran, dan sakit hati yang tidak perlu terjadi karena cinta kekanak-kanakan. Hanya saja, terkadang kita tidak menyadari cinta yang kita miliki itu cinta yang tidak dewasa.

Saya coba rangkum beberapa point di sini mengenai esensi cinta dewasa menurut pendapat saya pribadi. Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri ketika suatu saat membangun courtship, dan mudah-mudahan bisa berguna juga bagi orang lain. 

Kamis, 19 Maret 2015

Do n Don’t When Fixing A Broken Heart



Setiap orang pasti tidak mau mengalami yang namanya patah hati, tapi bagaimanapun, hampir 99 persen orang di dunia akan mengalaminya. Termasuk saya. Kalau dihitung, sepertinya broken heart bisa mencapai jumlah jari di tangan, dengan skala paling ringan sampai skala paling berat. Setiap broken, saya menyadari ada beberapa hikmah yang bisa diambil ketika memperbaiki hati yang sedang patah. 


DO THESE WHEN YOU R IN BROKEN HEART

Rabu, 04 Maret 2015

Menjinakkan Insecure dalam Diri


Dari dulu, saya super takut saat berusaha menjalin hubungan dengan cowok, dan hanya bidang ini saja yang membuat saya tidak berkutik. Pada bidang lain, rasa takut bisa saya lawan sampai saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan rasa takut itu. Tapi dalam soal co? Saya yang kabur duluan dari tembok rasa takut itu. Kalau ada cowok yang mendekat, langsung saya tanggapi dengan sangat dingin. Langsung saya tolak dengan sinis.

Dulu saya tidak tahu mengapa bisa demikian, hanya tahu kalau semua co itu brengsek. Tapi baru-baru kali ini saya melihat, penyebabnya adalah perasaan tidak aman dalam diri. Rasa insecure. Takut kalau saya sudah jatuh hati dengan cowok tersebut, eh .. tuh cowok malah meninggalkan saya. Tuh cowok malah beraling ke cewek lain. Pengalaman masa kecil dan masa kuliah yang membuat saya semakin insecure dalam diri. Dan akibatnya, saat saya jatuh hati dengan cowok, saya juga membawa rasa parno dan insecure dalam diri. Dan entah mengapa, cowok2 itu selalu lihai mencium rasa insecure saya. Kadang mereka memanfaatkan rasa insecure saya untuk melihat, apakah memang saya fall buat co itu, karena di luar saya dibilang poker face n susah menunjukkan perasaan.

Senin, 23 Februari 2015

Waiting Faithfully (The Power of Waiting on God part 2)

Ketika berada di lembah kekelaman, kita paling banyak belajar. Mengapa? Karena di dalam lembah kekelaman lah kita berusaha mencari Tuhan paling banyak. Kalau lagi senang mah, biasanya bilang, "God, thank you" .. trus cabut ke sana sini ... paling mencari Tuhan itu hanya pada waktu malam sebelum tidur or waktu senggang. Tapi ketika berada dalam lembah kekelaman, sepanjang waktu nyari Tuhan. Bertanya rencana Tuhan, minta petunjuk-Nya, menyerahkan diri ke Tuhan, meminta penguatan, dll.

Yup, saat ini saya lagi berada dalam lembah kekelaman (lagi). Memang orang melankolis itu sering berada dalam lembah kekelaman. Bukan karena masalahnya (toh orang hidup pasti ada aja masalah), tapi setiap masalah terlalu dioverthinking. Tapi lembah kekelaman ini, dalam skala 1-10, berada dalam level 7. Lumayan berat, soalnya sampai berpengaruh ke fisik. Saya jadi malas makan, gak mau makan, tiap makan pasti mual, lemes terus bawaannya, dan tangan kaki selalu terasa dingin. Mungkin darahnya lagi mengaliri hati saya yang sakit supaya bisa tetap hidup.

Senin, 09 Februari 2015

Grow your Character First before Grow your Rich!

Seorang teman cowok pernah bilang begini sama saya, "Sapa seh yang gak mau sama elu, Cin? Udah dokter, udah bisa beli mobil sendiri, etc .. a etc .. " yang menyebutkan semua pencapaian saya dalam hidup, tapi semua dinilai dari sisi materi dan gelar.

Saat dengar kata tersebut, dalam hati agak sedikit terangkat. Tapi setelah dipikir jauh lebih dalam, sejujurnya jadi merasa terhina. Dalam otak saya, hmm .. kalau gitu seorang cowo mau sama saya karena ngeliat mobil saya? Ngeliat titel saya 'dr'? Ngeliat seberapa kaya saya? Bukan karena diri saya?

Kamis, 03 April 2014

Membaca dari Tipe Kepribadian

Saat bertemu seorang baru, saya selalu mencoba 'membaca' orang tersebut. Sangat berguna pembacaan ini, karena saya bisa mengerti lebih jelas orang seperti apa yang saya hadapi. Seseorang dapat dibaca dari cara komunikasinya, baik verbal atau non verbal, cara dia melontarkan suatu masalah, cara jalan .. banyak hal deh yang bisa menjadi 'tanda' orang itu seperti apa.

Seringkali, selesai membaca, saya mengelompokkan orang itu ke 4 besar. Yup, ke dalam 4 besar tipe kepribadian. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di bawah ini ..


Rabu, 19 Februari 2014

Cara Sehat Meluapkan Kemarahan

Hari ini saya marah. Marah besar. Menjelimet mengurusi beberapa pembeli yang menanyakan kenapa barangnya tidak sampai, padahal sudah saya berikan no resi dengan tujuan mereka bisa mengecek sendiri di websitenya. Buat apa saya memberi no resi jika pada ujungnya saya juga yang memantau pengiriman barang lewat website dan mengirimkan pada mereka?

Puncaknya ketika satu pembeli menanyakan soal barang yang tidak sampai-sampai, dan saya mengecek trackingnya. Tertulis di jejak rekamnya, barang sudah sampai di tempat tujuan. Kontan saya meledak. Cape-cape dicariin, barangnya udah sampe. Berarti harusnya tidak usah nanya dan buang waktu saya saja kan?

Lalu untuk membuat jera, saya tulis di status bbm saya, “Kalau mau nipu dengan bilang barang belum sampai padahal di tracking sudah sampai, biar kena karmanya sendiri”. Si pembeli merasa status tersebut ditujukan untuknya, dan kontan langsung marah sama saya. Saya, yang lagi meledak, langsung lebih marah. Ya jangan buang waktu saya saja dong kalau gitu. Barangnya jelas sudah sampai tapi bilangnya kok belum sampai? Jelas-jelas ada buktinya.

Rabu, 05 Februari 2014

Hikmah dari Travelling ke Singapore


Dalam perjalanan ke Singapore untuk kesekian kalinya, ada beberapa pelajaran yang saya dapat dari travelling itu. Sudah beberapa kali saya travelling ke beberapa tempat, tapi dari perjalanan terakhir di tahun 2013 saya mendapat paling banyak pengalaman dan pelajaran.

Jumat, 06 Desember 2013

Obat dari Rasa Iri

Akhir-akhir ini, sering timbul rasa sakit kepala. Setelah menganalisa diri sendiri,hmm .. ini jenis sakit kepalanya kok mengarah ke migren ya?

Semula berpikir ke arah, "Hmm, keknya tekanan darah mulai turun ne!" Saatnya olahraga ....

Sehari setelah olahraga ... membaik .. horee .. akhirnya bisa aktivitas seperti biasa ...

Dua hari setelah olahraga ... masih membaik .. tapi sorenya .. y ampun, kok muncul lagi seh? Minumlah obat sakit kepala ...

Tiga hari setelahnya .... sakit kepala muncul lagi ... minum obat ... eh, malah ditambah muntah ... Tadinya niat olahraga, kalau seperti ini seh, jelas tidak sanggup. Tidur deh ujung-ujungnya supaya gak tambah sakit kepalanya.

Apa yang terjadi pada diri saya? 

Rabu, 06 November 2013

Mood Crush? Hadapi dengan Cara Ini!

Kemarin, saya mengalami apa yang disebut mood crush ... Yup, suatu keadaan dimana rasanya ada perasaan ga enak, perasaan sedih, iritabilitas, dan labil ... Sejenis gejala depresi, tapi belum bisa disebut sebagai depresi. Jika dalam keadaan begini seseorang ditegur atau dikritik, langsung bisa terjadi perang besar-besaran.

The problem is ... di umur saya yang sudah tua (27 tahun), masih bisa mengalami hal begini. Kalau dipikir-pikir, ga mau lho mengalami hal seperti ini. Tapi, kadang rasanya ga bisa mengontrolnya. Btw, ini biasanya terjadi pada orang melankolis, jadi gak terjadi pada semua orang. Penyebabnya? Unknown. Saya juga gak tau. Bisa aja karena pengaruh hormon (apalagi saya perempuan).

Yang jadi masalah, susah banget dihilangkan rasa gak enak ini. Mau ngapain juga, tetep aja rasanya down n depresi banget. Apalagi, kadang orang sekitar gak mengerti, terutama tipe sanguinis. Wajar aja, mereka gak pernah mengalami apa yang disebut dengan mood crush.

Biarpun tidak bisa dihilangkan, ada beberapa cara untuk meredakannya. Awalnya, saya tidak mengerti caranya. Dan malah ujung-ujungnya pasti bertengkar dengan keluarga saya. Makin ke sini, makin sering mengalami, makin sadar tehnik untuk menghadapinya. Dulu, tehnik saya adalah mengisolasi diri saya supaya tidak perlu bertengkar dengan keluarga saya, tapi itu sungguh tidak sehat untuk saya.

So, akhirnya ketemu cara-cara untuk meredakannya setelah hampir 2 tahun bergumul dengan hal ini ..