Kamis, 19 Maret 2015

Do n Don’t When Fixing A Broken Heart



Setiap orang pasti tidak mau mengalami yang namanya patah hati, tapi bagaimanapun, hampir 99 persen orang di dunia akan mengalaminya. Termasuk saya. Kalau dihitung, sepertinya broken heart bisa mencapai jumlah jari di tangan, dengan skala paling ringan sampai skala paling berat. Setiap broken, saya menyadari ada beberapa hikmah yang bisa diambil ketika memperbaiki hati yang sedang patah. 


DO THESE WHEN YOU R IN BROKEN HEART

Beri waktu untuk diri sendiri. Ketika broken heart seringkali kita inginnya cepat-cepat berlalu. Ingin bisa kembali seperti semula lagi. Sayangnya, tidak semua broken heart bisa berlalu secepat angin. Apalagi yang skalanya besar, yang membuat dunia kita serasa the end alias kiamat. Di saat seperti itu, berilah waktu untuk diri sendiri . Bersabar dengan diri sendiri. Proses pemulihan tidak pernah sebentar, dan jangan kesal pada diri sendiri karena merasa begitu lemah. Setiap orang mengalaminya kok, bukan hanya kita saja.

Istirahat. Ketika seseorang mengalami broken heart, pasti timbul rasa kesedihan. Seseorang mungkin menutupi rasa kesedihan itu dengan bekerja semaksimal mungkin, tanpa kenal lelah. Kerja mati-matian supaya tidak usah kepikiran ke si dia. Untuk sementara biasanya ini berhasil, tapi kecapean dari over working justru akan menambah rasa kesedihan dan stress. Luangkan waktu untuk beristirahatBersantai di rumah sambil mendengarkan music yang tenang, berselonjor di sofa sambil menonton cerita yang membuat nyaman (tentunya jangan nonton cerita cinta dulu, lebih baik komedi), dan makan enak bisa membantu pemulihan. Usahakan juga untuk menyibukkan pikiran ketika istirahat dengan film atau buku yang ringan.

Liburan. Jika memang bisa berlibur, why not? Beberapa liburan saya yang paling berkesan adalah sewaktu saya sedang broken heart. Menjauh dari rutinitas biasa, mendapat banyak pengalaman baru, berjalan di tengah orang yang tidak kita kenal, bahkan hanya berbaring di tempat tidur hotel sambil menatap langit-langit sudah bisa menghibur. Ketika tidak ada tekanan pekerjaan, batasan waktu, dan kebebasan yang jauh lebih banyak, broken heart dalam diri sedang dipulihkan.

Bersyukur. Bersyukur? Boro-boro bisa. Yang ada malah ingin mengumpat dan menyumpah-nyumpah. Depresi dan marah biasanya lebih tepat untuk orang yang lagi patah hati. Ok, that’s right. Hak kita untuk depresi dan marah. Jangan ditahan. Hanya saja, hidup tidak hanya untuk hari ini kan? Saat ini kita broken heart, tapi siapa yang tahu setahun lagi kita malah ada di tempat tak terduga dengan orang tak terduga? Jadi, berpikirlah panjang. Kadang ada hal yang harus diakhiri dalam hidup ini karena di masa depan ada hal yang jauhhh lebih baik.   

Mendekatkan diri ke Tuhan. Kalau saya, karena introvert, jarang bisa curhat untuk masalah yang dalam. Jadi curhatnya ke Tuhan. Mungkin saat curhat, seperti orang bego karena ngomong sendiri, tapi satu hal yang saya percaya, Dia ada di sana. Dia mendengarkan. Bahkan mungkin Dia menangis bersama-sama dengan saya. Dan merasakan seperti itu saya benar-benar merasa dihibur. Saya memang sedang jatuh, tapi tangan-Nya menopang saya. 


PLEASE DON'T DO THESE WHEN YOU R IN BROKEN HEART

Cari pelarian. Memang kalau patah hati, hal yang paling enak dan melegakan adalah mencari pelarian alias cari co/ce baru. Biarpun gak terlalu bisa menyembuhkan, setidaknya rasa sakit berkurang. Ok, rasa lega timbul, tapi biasanya cuma sementara. Dan kadang, bayangkan kita di posisi orang lain. Bayangkan kalau kita yang dijadikan pelarian. Bagaimana perasaan kita? Yups, tentu sakit hati kan? Apalagi kalau ternyata kita nya serius! So, jangan lakukan apa yang kamu tidak mau orang lain lakukan kepadamu.

Melampiaskan amarah ke keluarga. Wajar, keluarga adalah sasaran paling enak untuk menjadi sasaran kemarahan. Kita selalu berpikir, toh keluarga orang terdekat. Apapun yang terjadi, mereka tidak akan berubah. 
Sekarang, mana yang lebih penting? Keluarga kamu atau orang yang sudah memutuskan hubungan dengan kamu? Keluarga yang sudah ada sepanjang hidup kamu, yang sudah berbagi banyak hal dengan kamu … atau orang yang sudah menyakiti kamu, biarpun kamu masih cinta or sayang, tapi saat ini dia berlalu dari kamu? Saat broken heart, malah lebih baik mulai lebih memperhatikan keluarga, yang mungkin kamu jadikan latar belakang saat kamu berhubungan dengan si dia. Mereka selalu ada untuk kamu. Mereka juga yang khawatir saat kamu sedih atau depresi.  Biarpun mungkin kamu tidak bisa menceritakan apa yang terjadi, tunjukkan kalau kamu menghargai perhatian mereka.

Bersosialisasi.Kadang, orang yang patah hati malah lebih aktif, karena di tengah orang banyak, rasanya kesedihan terlupakan. Apalagi kalau teman-teman kita adalah orang yang membuat kita lebih banyak tertawa. Sesekali memang ok, tapi semakin lama kamu menghindari rasa sedih itu, semakin besar kesedihan yang dirasakan. Dan pada akhirnya, kamu tetap harus menghadapi tembok kesedihan itu. Buat apa menunda-nundanya?

Tenggelam dalam mengasihani diri. Hoi, putusnya hubungan bukan berarti pasti ada yang salah dalam diri kita. Nothing wrong with you. Kadang putus hubungan itu dapat diumpamakan seperti daun yang gugur di autumm. Mereka harus gugur karena tidak tahan untuk menghadapi winter. Sebenarnya, gugurnya daun karena Tuhan melindungi daun itu. Jadi, jangan berpikir bahwa kamu kurang berusaha, kamu kurang baik, dan sebagainya. Hubungan itu memang harus berakhir, that’s all. Dan jika memang hubungan itu berakhir karena kesalahan kamu, jangan menyesali diri. Lebih baik intropeksi diri dan memantaskan diri, sehingga di hubungan selanjutnya, kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Ok, segitu yang bisa saya kumpulkan dari pengalaman pribadi. Broken heart memang pengalaman yang super amat sangaat tidak enak, dan amit-amit, mudahan tidak terjadi lagi. Tapi banyak hal yang justru bisa diperoleh pengalaman tidak enak itu. Setidaknya, saat saya melihat ke ‘belakang’, saya bisa merasakan hikmah dari pengalaman itu, biarpun tetap tidak mau mengalaminya kalau waktu terulang kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

C'mon! I ' m waiting your response ... /(^o^)/ /(^o^)/ /(^o^)/