Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Agustus 2017

When Life is Tasteless At All

Hidup terasa manis jika kita sedang dalam keadaan bahagia, entah karena promosi pekerjaan, order baru, mendapat gelar baru, berhasil menyelesaikan suatu tender, ataupun karena peristiwa bahagia dalam keluarga.
Hidup terasa pahit ketika kita gagal mendapatkan sesuatu, kalah dalam kompetisi, atau baru mengalami kematian orang terdekat.
Hidup terasa asam ketika kita berkelahi dengan orang di jalanan, kesal karena macet, keki karena ditikung teman kerja.
Dan hidup terasa gurih ketika kita sedang excited dan bersemangat, ketika mencoba pengalaman baru, suasana baru, kehidupan baru.
Tapi bagaimana kalau hidup mulai tidak berasa apa-apa? Ketika apa yang semua kita lakukan terasa hampa, kosong, tanpa semangat?

Kalau dalam istilah kejiwaan namanya abulia. Kondisi dimana tidak ada semangat untuk melakukan apapun. Dan ini yang terjadi pada diri saya. Apakah gejala dari depresi? Saya rasa bukan. Saya pernah mengalami depresi (dan untungnya, belajar kedokteran jiwa sehingga bisa mengantisipasinya). Saya pikir lebih karena tipe kepribadian saya yang melankolis. Memang sudah dasarnya begini. Apa-apa terlalu dipikirin, apa-apa dirasa, jadinya kejelimet sendiri.

Padahal semua tujuan saya sebelum umur 30 tahun tercapai. Mobil, rumah, gelar baru. Semua sudah saya dapatkan. Tapi ketika semua sudah di tangan,  malah rasanya kosong. Hidup jadi hampa. Lifeless. Saya pun bertanya-tanya mengapa bisa begini.

Selama 5 tahun ini, saya mengeluarkan segala upaya dan tenaga untuk mencapai tujuan ini itu. Mungkin karena itu. Ketika sampai pada suatu titik dimana semua tujuan tercapai dan tidak perlu upaya lagi, terjadi adrenalin fall. Perasaan excited dan bersemangat untuk mencapai tujuan sehingga adrenalin mengalir kencang mulai menurun drastis. Jika seperti ini,  apa yg harus dilakukan? Ini hasil pengalaman selama 3 bulan mencari cara mengubah lifeless ini menjadi life to the max tanpa perlu adanya adrenalin flow.


Take a breath. Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas, jadi hidup terasa monoton. Tiap hari melakukan hal yang sama, aktivitas yang sama; hidup jadi tidak menarik lagi. Saatnya take a breath in a holiday. Benar-benar holiday 100 persen dimana kita missing out. Non aktifkan hp, agar tidak ada “gangguan” dari rutinitas kita. Cari suasana baru, nikmati makanan setempat, aktivitas setempat, sampai tempat tidur dan kamar yg berbeda. Jangan membuat aktivitas holiday yang terlalu padat. Aktivitas ini itu ok saja, tapi ingat bahwa tujuan holiday untuk istirahat dan lepas dari rutinitas.

Sejujurnya, tidur paling nyaman, pulas, tanpa banyak pikiran saya alami ketika sedang traveling di Bangkok. 1 hari saya habiskan hanya untuk tidur.  Ditotal, 17 jam saya pakai waktu di Bangkok untuk tidur. Merasa sayang padahal bisa melakukan hal lain di kota yang mungkin hanya dikunjungi sekali seumur hidup? Tidak juga! Saat bangun dari 17 jam hibernasi, saya merasa benar-benar tercharge.

Missing out. Terkadang yang bikin kita merasa lifeless itu “gangguan” dari rekan kerja, customer, sampai pada percakapan grup yang banyak itu. Seharusnya kita meluangkan waktu untuk lepas dari “gangguan” itu, namun tetap saja, merasa FOMO (Fear of Missing Out). Takut ketinggalan berita atau karena terlalu kepo. Padahal dunia kita dapat terus berputar tanpa kita perlu tahu segala sesuatu yang terjadi. Dan ternyata kita tetap bisa hidup tanpa chatting di hp atau nimbrung dalam grup kok!

Take alone time with God and ourself. Jadi ingat satu ayat ini dari Alkitab. “Marilah kepadaku, yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan padamu.” Berbeban berat kaga, letih lesu iya. Jadi, saya lebih banyak berkomunikasi dengan yang di Atas. Lebih banyak menghabiskan waktu membaca firman-Nya. Belajar untuk duduk diam di hadirat-Nya, tanpa pikiran melayang ke pasien A, teman B, aktivitas C.

Learn to stand still, not running. Belajar untuk diam dalam suatu waktu. Karena terlalu terbiasa berlari dalam hidup, ketika berhenti berlari, saya merasa ada yang hilang. Perlu sekali namanya untuk “mengasah gergaji” (meminjam istilah "Seven Highly Effective Habits for Teen" by Sean R Covey) sebelum berlari lagi.  Mencari tujuan baru lagi.. Dan saya lagi belajar untuk “mengasah gergaji”. Belajar take a rest.

Awalnya melakukan semua itu sulit, tapi saya membiasakan diri untuk melakukan semua itu. Belajar mengenal diri sendiri lebih dalam, menemukan diri yang hilang, dan belajar untuk lebih santai dalam memandang hidup. Dengan sendirinya, kebiasaan itu mulai merasuk sampai akhirnya saya bisa menikmatinya.

Dan sekarang …. Saya siap untuk berlari lagi … Untuk menggapai tujuan baru … dengan semangat dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Welcome the next level me!


Selasa, 11 Juli 2017

Inside A Happy Nest .. Mine!

Dalam satu tahun sejak membeli rumah, salah satu kegiatan menarik adalah mendekornya. Ribet tapi sangat menyenangkan. Harus diakui, mendekor itu gampang-gampang susah. Kita harus jadi ahli ukur, ahli tata ruang, sekaligus seniman untuk padu padan antar ruangan, furniture, dan pernak pernik. Jangan sampai ketika kita sudah membeli furniture, malah tidak bisa masuk kamar kita. Ataupun ketika kita sudah membeli pernak pernik, tidak cocok dengan warna gorden ataupun keramik.

Mendekor rumah sebaiknya jangan dilakukan sekaligus untuk menghindari kelebihan beli. Perlahan tapi pasti. Jangan membeli berlebihan, tapi juga jangan terlalu minim sampai tidak nyaman.


Dan ..... inilah penampakan rumah setelah didekor  ...


Bikin Cantik Rumah Tahap 1




Bikin Cantik Rumah Tahap 2


Tema buat rumah mungil ini adalah simple dan manis. Gak terlalu banyak pernak pernik, furniture pun minimalis (kebanyakan warna putih,abu, dan hitam), tapi dipermanis dengan bantal-bantal bermotif dan sticker bunga yang warna nya ceria. Sesuailah dengan keinginan saya yang efisien, tidak banyak gaya, tapi tetap girly.



"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan 
bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik"
Amsal 24 : 3-4






Senin, 10 Juli 2017

Ketika Harus Mengurus Paspor yang Hilang di Negeri Orang … Cialat!!!

Paspor diibaratkan sebagai buku nyawa ketika kita berada di luar negeri. Uang, handphone, tas boleh hilang, tapi kalau sampai paspor hilang … habis sudah! Yang pernah mengalami pasti merasakan bingungnya dan tidak tahu harus bagaimana jika sampai buku nyawa itu hilang. Bagaimana tidak? Di luar negeri, paspor diperlukan untuk segala macam urusan, seperti KTP di Indonesia. Selain untuk keluar masuk pesawat, untuk check in hotel, masuk beberapa tempat wisata, dll. Rasanya sial banget kalau sampai hilang.

Nah, kejadian hilang paspor ini  baru kami alami dua bulan lalu, saat travelling ke Kamboja. Tepatnya ke Phnom Penh, ibukota Kamboja.  Sebenarnya teman saya yang kehilangan paspor, tapi kita sebagai teman yang ikut travelling bareng  merasakan juga ribet dan sengsaranya mengurus paspor hilang itu. 

Rabu, 11 Mei 2016

Step by Step E-Filling Laporan Pajak 2016 (Especially untuk Profesional)

Setelah lama berkutat dengan perlu tidaknya membuat NPWP (semacam ID seperti KTP untuk urusan keuangan negara), akhirnya bulan Agustus 2015 saya membuat NPWP. Itu juga karena syarat mutlak untuk pengajuan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Nah, saat itu diminta marketingnya buat NPWP, ya sudah ... dituruti saja. Apalagi prosesnya mudah banget (waktu itu saya apply secara online, lalu tinggal ambil kartunya ke kantor pajak terdekat). 
 
Sebagai newbie dalam NPWP, saya tidak mengerti buat apa NPWP. Hanya tahu NPWP perlu untuk beli rumah, habis itu blank. Proses KPR rumah disetujui (yeay .. !!!), I got a house dan berakhirlah nasib kartu NPWP di dompet saya tanpa pernah dlirik lagi. 

Waktu pun berlalu, dan saya sibuk dengan dekorasi rumah baru, yang memakan tenaga, pikiran waktu, dan of course duit juga habis. Intinya dekorasi rumah makan energi banget biarpun happy pas huntingnya. Hampir beres dengan dekorasi rumah, pas ngecek email (20 April 2016) dapat warning dari kantor pajak. Intinya disuruh ngisi e-filling sampai akhir April, kalau lewat dari tanggal 30 April kena denda.  Ya ampun, disitu baru saya searching soal e filling, dan akhirnya nyadar kalau punya NPWP, berarti perlu mengisi laporan tahunan. Laporan soal penghasilan yang diterima untuk diproses pajaknya.

Untungnya, sekarang ada e-filling, yakni aplikasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai suatu kemudahan pelaporan pajak tahunan. Jadi kita tidak perlu lagi antri di kantor pajak untuk melapor karena bisa mengisi laporan dari rumah dengan e-filling ini.

Tetap saja, pengisian e filling tidak semudah pembuatan account bank. Prosedurnya jauh lebih ribet n masih bikin pusing karena kurangnya penjelasan secara detail. Apalagi soal pajak penghasilan, dimana tiap orang berbeda hitungannya (wirausaha dan professional kudu itung sendiri lagi) -_-“ Untung banyak blogger baik hati yang menulis tentang tutorial pelaporan SPT tahunan, jadinya saya bisa belajar dari blog mereka. Pengetahuan dari blog A saya gabung dengan blog B, masalah C saya dapat jawaban dari blog D, dan begitu seterusnya.  

Berikut ini rangkuman step by step PENGISIAN E-FILLING buat wirausaha dan professional seperti yang saya buat



Rabu, 19 Februari 2014

Cara Sehat Meluapkan Kemarahan

Hari ini saya marah. Marah besar. Menjelimet mengurusi beberapa pembeli yang menanyakan kenapa barangnya tidak sampai, padahal sudah saya berikan no resi dengan tujuan mereka bisa mengecek sendiri di websitenya. Buat apa saya memberi no resi jika pada ujungnya saya juga yang memantau pengiriman barang lewat website dan mengirimkan pada mereka?

Puncaknya ketika satu pembeli menanyakan soal barang yang tidak sampai-sampai, dan saya mengecek trackingnya. Tertulis di jejak rekamnya, barang sudah sampai di tempat tujuan. Kontan saya meledak. Cape-cape dicariin, barangnya udah sampe. Berarti harusnya tidak usah nanya dan buang waktu saya saja kan?

Lalu untuk membuat jera, saya tulis di status bbm saya, “Kalau mau nipu dengan bilang barang belum sampai padahal di tracking sudah sampai, biar kena karmanya sendiri”. Si pembeli merasa status tersebut ditujukan untuknya, dan kontan langsung marah sama saya. Saya, yang lagi meledak, langsung lebih marah. Ya jangan buang waktu saya saja dong kalau gitu. Barangnya jelas sudah sampai tapi bilangnya kok belum sampai? Jelas-jelas ada buktinya.

Minggu, 26 Januari 2014

Jejak Diri Di Lombok - Bali (Mei 2013)

Jaraknya hanya 15 menit dengan pesawat udara atau 2 jam dengan speed boat, tapi suasananya berbeda sekali dengan Bali. Bagi penyuka ketenangan dan pencari suasana damai, Lombok adalah tempat yang tepat. Ramai, tapi tidak padat. Pokoknya bertolak belakang dengan Bali banget deh! 

Banyak teman saya bertanya, mengapa memilih Lombok? Mengapa tidak keluar negeri saja? Toh biayanya sama saja. Laa, orang bule aja bela-belain kemari biarpun jauh, nah kita yang orang Indo? Mengapa tidak menikmati alam kita sendiri? Apalagi bahasanya sama (bahasa itu merupakan salah satu faktor vital dalam travelling), mata uangnya sama (gak pake ribet ngitung dll), dan prinsip : nyasar sekalipun, masih di Indo ini. Pasti bakal bisa balik .. , ditambah lagi alamnya super indah. Kurang sempurna apa lagi?

Selain itu, salah satu impian saya sejak bersnorkeling di Karimunjawa (pengalaman yang tidak mungkin terlupakan), adalah melakukan snorkeling lagi. Waktu itu, ada 2 pilihan : Derawan atau Lombok. Menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih Lombok. Pertimbangan saya :
  1. Lombok lebih murah dan lengkap, karena sudah ‘terjamah’ apalagi oleh para bule. Penerbangan, transportasi daratnya, akomodasi, dll nya ...  sudah lengkap dan karena begitu banyaknya, harga pun bersaing!
  2. Lombok lebih mudah dalam informasi; sudah banyak review dari blog, forum backpacker, website tentang Lombok yang menurut saya sangat lengkap asal kita rajin mencari dari berbagai sumber.Ini salah satu kegiatan travelling by my own perdana saya, jadi kita mulai dari step yang mudah dulu.

Akhirnya sudah ditetapkan tujuan travelling : Lombok. Mulai mencari teman-teman seperjuangan yang mau bersusah bareng backpacker. Namun, kebanyakan orang Indo teman saya itu, entah kenapa, lebih suka ke luar negeri. Apa karena lebih keren di foto? Jadilah saya pergi hanya berdua dengan sobat saya. Yup, semacam honeymoon, but with my friend.

Yuk, ikuti jejak diri saya selama di Lombok

Kamis, 23 Januari 2014

Travelling ‘Hemat tapi Puas’ di Lombok



Lombok adalah salah satu petualangan travelling saya yang paling berkesan. Untuk pertama kalinya, saya mengurus semua detail hanya berdua dengan teman saya. Pembagian tugasnya, internet adalah bagian saya dan telepon adalah bagian dia. Googling sana-sini, browsing, blog walking, semuanya saya lakukan untuk mencari keterangan. Secara waktu kami terbatas di sana, saya berusaha membuat rencana dengan sangat matang dan detail. Jadinya, saat sampai di sana kami tidak usah membuang waktu untuk berbingung ria karena persiapan yang kurang matang. Nah, beberapa hasil riset untuk wisata di Lombok ingin saya rangkum di sini. Mudah-mudahan cukup lengkap! 

Rabu, 08 Januari 2014

Snorkeling Gili (Lombok) vs. Karimunjawa



Snorkeling adalah salah satu hal yang membuat ketagihan. Baru dua kali saya snorkeling, dan dua-duanya, pengalaman yang sangat berkesan untuk saya. Biarpun kegiatannya sama : snorkeling, banyak sekali perbedaan antara tempat satu dengan tempat lainnya. Karena saya pergi di bulan yang sama, yakni bulan Mei (bulan yang bagus untuk bepergian mengarungi laut, karena umumnya arus ombak lebih tenang pada bulan tersebut), maka  saya rasa kegiatan snorkeling di dua tempat yang pernah saya jajaki ini bisa dibandingkan.

O iya, dulu saya  pribadi sempat bertanya, apa bedanya snorkeling dan diving? Kita lihat bedanya yuk ..

Snorkeling (selam dangkal /skin diving) adalah kegiatan menyelam di permukaan air, dengan mengenakan peralatan berupa snorkel dan masker selam. Snorkel adalah peralatan selam berupa selang berbentuk huruf J dengan pelindung mulut di bagian ujung sebelah bawah, berfungsi sebagai jalan masuk udara ketika bernapas dengan mulut tanpa harus mengangkat muka dari permukaan air. Kegiatan snorkeling tidak memerlukan pendidikan khusus selain menguasai cara bernapas dengan mulut melalui snorkel

Scuba diving  (selam dalam) adalah penggunaan alat pernapasan bebas untuk berada bawah air dalam waktu lama untuk penyelaman rekreasi / profesional. Biasanya penyelam berada di kedalaman air cukup jauh sehingga memerlukan tabung oksigen untuk cadangan udara.  Untuk bisa melakukan kegiatan diving, seseorang harus mengikuti pelatihan khusus dan memiliki sertifikat. 

(definisi diambil dari Wikipedia)

Nah, setelah tahu beda snorkeling dan diving, saya sudah memutuskan : snorkeling saja cukup, tidak perlu mencoba diving. Diving merupakan salah satu kegiatan yang saya takuti, karena sebagai dokter, saya tahu akibat apa saja yang bisa timbul dari penyelaman yang salah. Komplikasi yang ada cukup menyeramkan, apalagi saya pernah menulis artikel tentang itu. Malah saya yang jadi parno sendiri. 

Untuk  membandingkan bedanya snorkeling di Karimunjawa dan Lombok, saya bahas dari beberapa sisi mengenai pengalaman snorkeling saya di dua tempat tersebut.

Minggu, 08 Juli 2012

Journey to The Central of Java


Horeeeeee .. !Akhirnya jalan2 setelah 6 bulan tidak melakukan travelling! Hidup tanpa travelling itu seperti masakan tanpa bumbu; rasanya hambar. Antara butuh dan tidak butuh, tapi banyak orang (termasuk saya) menjadikan travelling sebagai salah satu 'must to do' dalam hidup yang cuma 1 kali ini.


Karimunjawa, Surga di Pulau Jawa

Minggu, 20 Mei 2012 n Kamis, 24 Mei 2012- Sabtu, 26 Mei 2012 : Semarang, Kota Panas Poll ..

Senin, 21 Mei 2012 : Menuju Karimunjawa

Hari ini pun diawali dengan mata beler dan rasa ngantuk karena saya harus bangun jam setengah tiga pagi. Bangun subuh itu perlu kalau memang mau mengejar kapal ke Karimunjawa. Kami sudah menyewa mobil pribadi untuk mengantar kami dari Semarang ke Jepara, tempat kapal ke Karimunjawa berlabuh. 

Perjalanan dari Semarang ke Karimunjawa kami lalui dalam tidur ayam. Yup, berusaha tidur lagi walaupun kadang terbangun. Ada beberapa jalan yang tidak rata, tapi pak sopir membawa mobil dengan cukup nyaman biarpun kencang. Dua jam kemudian (jam setengah lima) kami sudah sampai di pelabuhan. Gelap dan kosong melompong. Nah lho! Apa kita kepagian ya? 

Putar-putar kesana kemari gak terlihat kapal/ perahu apapun. Setelah beberapa kali dan nanya seorang tukang becak yang lagi lewat, akhirnya kami mencapai salah satu spot. Di situ sudah ada kapal Bahari (kapal cepat) untuk ke Karimunjawa. Sudah banyak orang-orang berkumpul. Woww , jadi bersemangat. O y, persiapkan baju hangat biarpun lokasi di tepi pantai. Pagi hari suasana di pelabuhan sangaaat dingin. 

Kamis, 05 Juli 2012

Semarang, Kota Panas Poll


Kedatangan kami ke Semarang sebenarnya hanyalah 'figuran' dari perjalanan utama kami. Ya, kami hanya transit di Semarang sebelum dan sesudah mengalami dashyatnya keindahan Karimunjawa. Memang, dari pertama mendengar cerita Karimunjawa di blog-blog, ditambah dengan foto-foto yang menggiurkan, membuat rasa hati ingin sekali pergi mengunjungi tempat yang disebut sebagai Paradise of D Center of Java.

Tapi di Semarang, jelas kami tidak buang-buang waktu hanya untuk ngendon di hotel. Saat hari pertama, kedua, dan terakhir, kami habiskan dengan menjelajahi Semarang dengan waktu yang fleksibel.  This is the story !


Senin, 14 Mei 2012

Process of My New Jobs

Gambar diunduh dari http://coachirina.files.wordpress.com

Semua ini diawali tanpa sengaja, ketika menerima sebuah tawaran bbm dari sebuah teman untuk melamar di sebuah klinik kecantikan. Pas dilihat, lokasi, gaji, waktu, dll -pokoknya semuanya- cocok dengan saya. Sebenarnya, tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa pada akhirnya saya akan bekerja di bidang kecantikan. Di antara teman kuliah (yang tentunya sekarang sudah menjadi dokter), kecantikan adalah salah satu bidang populer. Tapi saya sama sekali tidak berminat, sampai datanglah bbm teman saya itu.

Alasan utama saya melamar di klinik tersebut adalah rasa bosan, lelah, dan jemu di klinik 24 jam. Selama 1 tahun bekerja di klinik 24 jam, mulai terasa efek sampingnya dalam hidup saya. Ibarat pemakaian obat secara kronis, lama-lama saya merasa tubuh ini sudah 'overdosis'. Bawaannya malaise (letih,lesu,lemas) yang tak kunjung hilang, dan setiap waktu istirahat saya habiskan dengan rasa lelah dan hanya ingin bermalas-malasan di tempat tidur. Akibatnya, produktivitas saya berkurang. Emosi pun menjadi labil, dan iritabilitas saya sudah sangat mengganggu kehidupan saya. Kalau ada pasien tengah malam, sudah tak bisa saya terima dengan senang hati. Terkadang bahkan sambil mengumpat dan kalau si pasien berniat berlama-lama, saya akan segera menyudahi pembicaraan.


Kamis, 26 April 2012

April : Moving on In My Life!



Selama sebulan ini, saya menghilang dari peredaran dunia blogger. Terlihat jelas dari tulisan-tulisan saya yang tak bermunculan. Hanya perkembangan mood di Facebook yang masih dapat diupdate setiap hari. Selebihnya? Saya lenyap ditelan kesibukan sehari-hari. N di bulan April ini, my life changed. Bukan perubahan yang besar banget, tapi cukup mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Apa saja yang berubah?

Minggu, 01 April 2012

Already One Year Become A Doctor


Kemarin, tepatnya tanggal 30 Maret 2012, adalah pas setahun saya telah menjadi dokter yang sah di mata teman sejawat dan di mata konsil kedokteran. Dimana saya disumpah untuk menjadi seorang dokter. Rasanya baru kemarin saya memakai kebaya (baru 2 kali selama saya hidup- sekali saat diwisuda dan sekali lagi saat disumpah), mengucapkan sumpah bersama teman coass lain, menerima plakat yang menuliskan gelar yang saya perjuangkan selama 6 setengah tahun. Yup, kata dokter akhirnya melekat secara resmi di depan nama saya setahun lalu.

Selasa, 27 Maret 2012

Doctor as Kindergarten Teacher


Di tengah kebosanan menjalani praktek sehari-hari (yup, kadang-kadang dokter pun bisa jenuh lho!), maka ketika ada tawaran untuk menjalani pekerjaan yang lain, saya langsung menerimanya. Sebenarnya, semua bermula dari broadcast message dari teman saya yang menanyakan adakah di antara teman sejawat dokter yang berminat untuk memberi presentasi ke anak-anak sebuah TK di Pluit, Jakarta Cuma untuk satu hari (waktu presentasi kurang lebih 2 jam).

Pas sekali, pucuk dicinta ulam pun tiba. Saat itu, di tengah kebosanan dan AC kamar jaga dokter d klinik yang mati (yang panasnya sungguh bisa membuat sekarat), di tengah broadcast tengah malam itu saya memutuskan untuk menerima pekerjaan itu.

Waktu pun berlalu, dan di sela-sela waktu libur (tidak praktek), saya membuat bahan presentasi untuk anak TK tersebut. Tentunya bahan dan cara penyajian untuk anak TK berbeda dengan penyajian ke teman sejawat ataupun anak sekolah lainnya. Tapi dalam hati saya sempat berpikir, "Apa susahnya she presentasi ke anak TK? Kasih aja gambar warna-warni, animasi, dll … gampang!" Yup, intinya saya meremehkan. Akibat meremehkan ini, saya mendapat pelajaran berharga. Sekali-kali jangan pernah meremehkan apapun, walaupun keliataanya guampangg ..( -_-')

O y, satu kendala yang agak berat tapi saya anggap remeh juga keharusan melakukan presentasi dalam bahasa Inggris. Omoo .. Saya memang bisa menulis dalam bahasa Inggris dengan lancar, tetapi berbicara di depan umum dalam bahasa Inggris? Mengingat kemampuan public speaking saya yang agak parah, hmm .. Ini agak memberatkan. Tapi sekali lagi saya berpikir, "Apa susahnya seh bicara Inggris ke anak TK? Justru bisa belajar untuk ngomong ke orang dewasa. Apalagi dulu pernah juga kok presentasi beberapa kali ke teman sejawat (red : konsulen dan teman koas) dalam bahasa Inggris." Jadi maju terus biarpun agak gentar. Cuma keinginan merasakan Jakarta, mendapat pengalaman kerja yang lain, dan menghindari kebosananlah yang membuat saya berani dan pantang mundur.

Di hari H yang ditentukan, saya pun pergi ke Jakarta naik kereta api. Jam 5 pagi. Sehari sebelumnya, kebanyakan nonton film seri sehingga tidak melatih cara penyajian. Disitulah letak kesalahan fatal saya. Datang dengan bersemangat (sungguh semangat 45), n begitu dihadapkan dengan para murid, paniklah langsung saya … I can't get their attention. It's so bad!!! Mereka jadi ribut sendiri n lari ke sana kemari. Selain itu, kegugupan saya rupanya terlihat sekali, sehingga mungkin tanpa sadar anak-anak pun merasakannya dan menjadi makin heboh. Sungguh malu rasanya saat itu, di mana imej seorang dokter yang selalu terlihat penuh percaya diri dapat begitu minder, padahal di hadapan anak TK.

Presentasi itu terdiri dari 4 sesi. Sesi pertama paling parah, mungkin karena saya agak kaget langsung berhadapan, dan rasa-rasanya anak dari sesi 1 yang paling aktif (red : bandel). Wkwk … 1/2 excuse. Makin lama makin bisa beradaptasi, tapi teuteup ajaa .. Merasa gagal memberi yang terbaik. Karena persiapannya dikacaukan menonton film seri. Hehe ..

Yah, kesimpulan yang didapat itu : mengajar anak TK ternyata susah juga y .. Widih, pas dilakoni sendiri, keblinger sendiri.. Saya pribadi merasa praktek sebagai dokter lebih gampang. Mungkin memang karena kebiasaan y .. Semua yang dijalani dengan kebiasaan, akhirnya menjadi ke-bisa-an. Yup, practice makes perfect!

So, jangan pernah meremehkan apapun y, sekalipun kelihatannya hal tersebut gampang, tapi ternyata, justru karena 'gampang' itu yang bisa bikin kita tersandung! -(^0^)-

Sabtu, 25 Februari 2012

The Writer inside The Doctor

Selain sebagai dokter, saya lebih dulu dikenal sebagai seorang penulis. Hehe ... kata dikenal actually terlalu berat seh. Maksudnya sebelum ada pikiran untuk menjadi dokter, saya sudah terlebih dulu aktif menulis.

Yup, kalo biasanya orang menulis karena hobi, saya menulis didasari rasa kesepian. Dari kecil, saya termasuk anak yang bisa dibilang 'autis'. Tidak mengalami gangguan autis, tapi katanya seh, di saat anak lain bengal dan kerjanya lari sana lari sini, saya bisa duduk diam selama 1 jam ngeliatin nyokap gue yoga, yahh.. singkatnya anteng banget. Dulu seh nyokap seneng banget punya anak anteng, n karena katanya lucu maka selalu dibangga-banggakan.

Jumat, 20 Januari 2012

Thanksgiving Thursday : Debu dalam Kerang!



Alkisah, ada sebuah debu yang 'terdampar' masuk dalam Kerang Raksasa. Debu itu berada dalam tubuh Si Kerang. Si debu yang tidak tahu mengapa dia bisa di sini, sangat ketakutan. Ruangan itu begitu gelap, tidak ada cahaya ke mana dia harus pergi. Tidak seperti yang dulu, ketika dia bebas bermain di laut. Sekarang dunianya hanya sejengkal. Tadinya dia bisa berpergian ke mana saja, tetapi sekarang dia terperangkap dalam tubuh Kerang tersebut.