Tampilkan postingan dengan label GIRLIE TALKING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GIRLIE TALKING. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

How to Getting Around Sunflower Field At Thailand


Ladang Bunga Matahari ternyata ada di Thailand! Wohh, gak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk bisa melihat keindahan ini. Yang pasti, cost ke Thailand jauh lebih murah daripada harus ke Eropa. Biaya hidupnya juga jauh lebih murah, jadi bisa dapet pemandangan indah dengan harga yang terjangkau.  
Cuma, ladang bunga ini gak ada tiap tahun. Jadi gak bisa seenak jidat datang, harus memilih waktu yang tepat. Perkiraan mekar penuh dari November sampai Januari karena lagi full blooming, jadi datanglah diwaktu-waktu tersebut. Kalau tidak, bunga matahari akan menunduk (sebelum waktunya) atau sudah kehitaman (lewat waktunya).

Sunflower Field di Thailand berada di daerah antara Sapburi –Lopburi. Dari Bangkok, saya menuju Lopburi dengan kereta api.  Sebenarnya untuk rute Bangkok- Lopburi, ada tiga sarana transportasi : kereta, shared minivan, atau private minivan.

Mengapa saya memilih kereta api? Yang jelas, private minivan bikin kantong bolong. Dia minta 8000- 10000 Baht, dan jarak Bangkok-Lopburi itu 2-3 jam dengan minivan. Kalau grupnya banyak she ok naik private karena bisa shared cost. Kalau cuma 2-3 orang, apalagi solo? Rasanya ogah d!

Shared minivan. Dia berangkat dari Mochit Bus Station (naik BTS sampai BTS Mochit / MRT Chatuchak Park) menuju Lopburi, dengan perkiraan waktu 2-3 jam, belum termasuk ngetem.  Mochit Bus Station tidak terintegrasi dengan MOchit BTS, sehingga perlu transportasi lain (taxi) sebagai penghubung dua tempat ini. Di Lopburi, shared minivan akan berhenti di seberang stasiun kereta, dan untuk kembali dengan minivan juga pemberangkatan dari situ.

Nah, kereta api yang merupakan pilihan transportasi saya. Kereta berangkat dari Hua Lamphong Rail Station (terhubung dengan MRT Hua Lamphong) menuju stasiun Lopburi. Ada tiga pilihan kelas, namun kelas kedua dan ketiga tidak terlalu berbeda waktu namun harga berbeda bisa 5x lipat. Kelebihan kereta adalah : jadwal sudah pasti (jamnya), jam perkiraan sampai sudah pasti (walaupun orang Thai local bilangnya suka ngaret juga seperti di Indo) .

Jadwal kereta pulang pergi Bangkok-Lopburi sudah tertera di bawah ini.





Namun hati-hati, jadwal kereta bisa saja ada yang tidak ada. Pembelian tiket lebih baik on the spot dan tidak perlu takut kehabisan karcis. Rata-rata penumpangnya sepi. Kereta pergi juga terbagi 2, yang Express dan Rapid. Saat saya datang, adanya yang Rapid yang siap pergi. Ya udah, ambil yang Rapid. Murah pula harganya, hanya 27 Baht one way. Kalau yang Express, harga 374 Baht namun waktu kedatangan hanya berbeda 1 jam dibandingkan yang Rapid.

Saya pergi jam 09.25. Harusnya jam 07.00 sudah berangkat agar sampai di Lopburi jam 10 an, tapi telat bangun. Sudah waswas karena pergi jadi jam 09.25, tapi ternyata masih keburu buat liat Sunflower Field dan keliling-keliling ke sekitar Lopburi. Sampai di stasiun Lopburi sekitar jam 13.00
O y, karena kereta berhenti di setiap stasiun dan tidak ada pengumuman, kita sendiri yang harus aware. Jangan sampai kelewatan stasiun. Saya pakai cara Google Maps untuk tahu posisi berada dimana dan sudah dekat belum dengan stasiun Lopburi. Cocokkan juga dengan jam yang tertera di ticket karena perkiraan jam bisa bikin kita lebih waspada kalau sudah sampai stasiun tujuan. Cek nama satu stasiun sebelum Lopburi, jadi ketika lewat stasiun sebelumnya, kita sudah aware untuk siap-siap mau turun. Ada kondektur she, dan mantapnya kondektur hapal si penumpang A turunnya di stasiun mana, penumpang B di stasiun mana, tapi tetap saja, kita sendiri harus waspada.




Sesampai di stasiun, langsung disamperin tukang taxi. Dia langsung kasih liat foto Sunflower Field di hp nya dan Marygold Field. Nah, tawar menawar deh. Dia minta 600, saya tawar 400. Kesepakatan di 500 Baht buat kedua field itu. Dan supir taxinya recommended deh. Dia bawa kita keliling-keliling dan cariin sunflower field yang ok punya. Beberapa yang kita lewatin, dia bilang low dan emang bener, sunflower ny merunduk. Soal bahasa, dia bisa bahasa Inggris pas-pasan tapi kalau kita ngomong, dia ngarti.

Akhirnya sampai di Sunflower field yang bunganya megar ke atas semua. Widih, cakep banget. Langsung d turun buat menikmati field nya. Btw, ini sembarang masuk ke kebun orang, tapi keknya ga ada masalah. Free of charge alias gak ada biaya masuk. Sepanjang saya foto, gak ada orang yang lewat, jadi sepi banget. Puas banget bisa foto-foto dan ambil video, sambil jalan-jalan ngiterin sunflower field.




TIPS : Pakai sandal jepit atau sandal jelek aja buat trip sunflower field. Cos begitu keluar dari field ini, oleh-oleh tanah setinggi 2 cm numpuk di bawah sandal. Secara ini farm orang, tanahnya gemburbanget. Sayang kalau pakai sepatu bagus. Tukang taxinya sudah menyiapkan air dan ember  buat bersihin tanah di alas kaki, cuma sandal jepit mah lebih mudah dibersihkan daripada sepatu.

Setelah itu, dibawa d ke Marygold Field. Kalau ini, depannya ada resto n café, n tanah belakangnya dijadiin obyek wisata. Untuk masuk, dikenakan biaya 20 Baht. Bisa mesen juga di depan resto n cafenya, dna kebanyakan orang local yang datang. Pelayanan di café depannya lama banget, jadi better pesen dulu, maen-maen di marigold fieldnya, trus baru datang ambil lagi. Cuma emang racikan tea n coffe di café ini enak, jadi puas d minumnya. Harganya juga gak terlalu mahal.





Sunflower field trip selesai, kembali ke stasiun Lopburi. Liat-liat jadwal kereta paling cepat jam 4.26 pm. Jam masih jam 3. Bisa ke Sevel Evelen dulu buat beli macem-macem, atua keliling di sekitar situ melihat street food deket stasiun, atua bisa menyebrang dan melihat reruntuhan candi yang letaknya persis di seberang stasiun kereta.

Foto di reruntuhan candi. Untuk masuk candi bayar 50 Baht.













 
Kereta datang on time jam 4.26, Cuma di sini harus sangat sigap. Pasalnya, kita berebut tempat duduk dengan anak-anak sekolah yang baru pulang. Buat orang Indo yang terbiasa dengan kebarbaran kereta Bogor-Jakarta (seperti saya), udah tidak kaget dengan kondisi seperti ini. Udah biasa sigap begitu kereta datang, langsung hantam. Saya melihat bule yang agak shock saat kereta datang, dan langsung dikerubungi sama orang yang berniat masuk sambil sikut-sikutan (agak lebay).  

Senin, 19 Februari 2018

He Is Into Me or Not Into Me?


Itu pertanyaan yang sering ditanyakan ce-ce kalo radarnya menangkap ada co menarik, dan lebih lagi, kok ni co keknya ada perhatian lebih y? Trus jadi suka chatting, suka jalan bareng, suka maksi bareng or dinner bareng … tapi setelah beberapa bulan, lho? Tuh co kok ilang kabar y? Or mulai jadi renggang hubungannya?

Ada lagi co lain, keliatannya cuek banget, gak pernah ada perhatian, kok tau-tau bisa nembak gitu y?
Nah lo, jadi gimana ne? Males banget kalau kita dah dibuat melting sama satu cowo, trus tau-tau tuh cowo hilang? Sebenernya maksudnya apa? Tapi bingung juga kalau tiba-tiba ditembak sama co yang kita anggap cuma sebagai teman, karena gak ada acara pdkt dll?

Dari sini, saya selalu bilang sama diri sendiri . Kita gak bisa mengontrol tindakan orang lain, tapi kita bisa mengontrol  reaksi kita terhadap tindakan orang lain. Buat gals yang merasa semua co kok brengsek banget, keknya main php, trus kita dah merasa kegeeran duluan, inget! Yang menentukan sikap si co emang tuh co, tapi tetep, kalau tidak ada ijin dari kita, mau tu co jungkir balik gimanapun juga, tetep kita yang memegang peranan.

So, gimana tau he is into me or not into me?

Gak bisa tahu sampai saat tu co ngomong langsung ke kita. Selama itu belum terjadi, better anggap dia sebagai teman biasa, alias not into you. Bisa aja dia memang baik ke semua orang, bukan cuma ke kita. Bisa juga niatnya kurang bagus, Cuma php in ce tanpa ada tindak lebih lanjut. Intinya, jaga hati kita.  

Jangan sekali-kali “memaksa” dia untuk minta kejelasan status. Karena kalau tu co emang mau serius sama kita, pasti dia ngomong kok kalau udah waktunya. Co itu diciptakan sebagai inisiator. Kalau tuh co ngomong kejelasan status aja gak siap, berarti dia merasa emang belum waktunya or Cuma main-main. So, kalau kamu sebagai ce merasa terlalu lelah menunggu atau merasa terlalu lama, berarti memang tu co belum jodoh. Tetep buka pertemanan dengan co lain dan jangan langsung jadi eksklusif karena dah keburu ada perasaan sama satu cowo.

Doa sama Tuhan. Ini yang paling bisa dilakukan sebagai seorang cewe. Ngomong duluan jelas big no kalau buat gue! Cuma kalau curhat sama Tuhan, boleh banget. Ngomong aja lagi suka sama si A, tapi kok dia gak jelas gitu? Trus cerita kalau si B keknya suka, tapi ak gak suka, Cuma B kok lebih baik daripada A? Nanti Tuhan juga akan kasi jawaban kok, biarpun jawabannya belum tentu yang kita mau. Yang penting, jangan memaksakan kehendak sama Tuhan, karena Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita.  So, trust in God and trust in God timing!


"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."
( Mazmur 37 : 5)


. 

Kamis, 10 Agustus 2017

When Life is Tasteless At All

Hidup terasa manis jika kita sedang dalam keadaan bahagia, entah karena promosi pekerjaan, order baru, mendapat gelar baru, berhasil menyelesaikan suatu tender, ataupun karena peristiwa bahagia dalam keluarga.
Hidup terasa pahit ketika kita gagal mendapatkan sesuatu, kalah dalam kompetisi, atau baru mengalami kematian orang terdekat.
Hidup terasa asam ketika kita berkelahi dengan orang di jalanan, kesal karena macet, keki karena ditikung teman kerja.
Dan hidup terasa gurih ketika kita sedang excited dan bersemangat, ketika mencoba pengalaman baru, suasana baru, kehidupan baru.
Tapi bagaimana kalau hidup mulai tidak berasa apa-apa? Ketika apa yang semua kita lakukan terasa hampa, kosong, tanpa semangat?

Kalau dalam istilah kejiwaan namanya abulia. Kondisi dimana tidak ada semangat untuk melakukan apapun. Dan ini yang terjadi pada diri saya. Apakah gejala dari depresi? Saya rasa bukan. Saya pernah mengalami depresi (dan untungnya, belajar kedokteran jiwa sehingga bisa mengantisipasinya). Saya pikir lebih karena tipe kepribadian saya yang melankolis. Memang sudah dasarnya begini. Apa-apa terlalu dipikirin, apa-apa dirasa, jadinya kejelimet sendiri.

Padahal semua tujuan saya sebelum umur 30 tahun tercapai. Mobil, rumah, gelar baru. Semua sudah saya dapatkan. Tapi ketika semua sudah di tangan,  malah rasanya kosong. Hidup jadi hampa. Lifeless. Saya pun bertanya-tanya mengapa bisa begini.

Selama 5 tahun ini, saya mengeluarkan segala upaya dan tenaga untuk mencapai tujuan ini itu. Mungkin karena itu. Ketika sampai pada suatu titik dimana semua tujuan tercapai dan tidak perlu upaya lagi, terjadi adrenalin fall. Perasaan excited dan bersemangat untuk mencapai tujuan sehingga adrenalin mengalir kencang mulai menurun drastis. Jika seperti ini,  apa yg harus dilakukan? Ini hasil pengalaman selama 3 bulan mencari cara mengubah lifeless ini menjadi life to the max tanpa perlu adanya adrenalin flow.


Take a breath. Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas, jadi hidup terasa monoton. Tiap hari melakukan hal yang sama, aktivitas yang sama; hidup jadi tidak menarik lagi. Saatnya take a breath in a holiday. Benar-benar holiday 100 persen dimana kita missing out. Non aktifkan hp, agar tidak ada “gangguan” dari rutinitas kita. Cari suasana baru, nikmati makanan setempat, aktivitas setempat, sampai tempat tidur dan kamar yg berbeda. Jangan membuat aktivitas holiday yang terlalu padat. Aktivitas ini itu ok saja, tapi ingat bahwa tujuan holiday untuk istirahat dan lepas dari rutinitas.

Sejujurnya, tidur paling nyaman, pulas, tanpa banyak pikiran saya alami ketika sedang traveling di Bangkok. 1 hari saya habiskan hanya untuk tidur.  Ditotal, 17 jam saya pakai waktu di Bangkok untuk tidur. Merasa sayang padahal bisa melakukan hal lain di kota yang mungkin hanya dikunjungi sekali seumur hidup? Tidak juga! Saat bangun dari 17 jam hibernasi, saya merasa benar-benar tercharge.

Missing out. Terkadang yang bikin kita merasa lifeless itu “gangguan” dari rekan kerja, customer, sampai pada percakapan grup yang banyak itu. Seharusnya kita meluangkan waktu untuk lepas dari “gangguan” itu, namun tetap saja, merasa FOMO (Fear of Missing Out). Takut ketinggalan berita atau karena terlalu kepo. Padahal dunia kita dapat terus berputar tanpa kita perlu tahu segala sesuatu yang terjadi. Dan ternyata kita tetap bisa hidup tanpa chatting di hp atau nimbrung dalam grup kok!

Take alone time with God and ourself. Jadi ingat satu ayat ini dari Alkitab. “Marilah kepadaku, yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan padamu.” Berbeban berat kaga, letih lesu iya. Jadi, saya lebih banyak berkomunikasi dengan yang di Atas. Lebih banyak menghabiskan waktu membaca firman-Nya. Belajar untuk duduk diam di hadirat-Nya, tanpa pikiran melayang ke pasien A, teman B, aktivitas C.

Learn to stand still, not running. Belajar untuk diam dalam suatu waktu. Karena terlalu terbiasa berlari dalam hidup, ketika berhenti berlari, saya merasa ada yang hilang. Perlu sekali namanya untuk “mengasah gergaji” (meminjam istilah "Seven Highly Effective Habits for Teen" by Sean R Covey) sebelum berlari lagi.  Mencari tujuan baru lagi.. Dan saya lagi belajar untuk “mengasah gergaji”. Belajar take a rest.

Awalnya melakukan semua itu sulit, tapi saya membiasakan diri untuk melakukan semua itu. Belajar mengenal diri sendiri lebih dalam, menemukan diri yang hilang, dan belajar untuk lebih santai dalam memandang hidup. Dengan sendirinya, kebiasaan itu mulai merasuk sampai akhirnya saya bisa menikmatinya.

Dan sekarang …. Saya siap untuk berlari lagi … Untuk menggapai tujuan baru … dengan semangat dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Welcome the next level me!


Senin, 10 Juli 2017

Ketika Harus Mengurus Paspor yang Hilang di Negeri Orang … Cialat!!!

Paspor diibaratkan sebagai buku nyawa ketika kita berada di luar negeri. Uang, handphone, tas boleh hilang, tapi kalau sampai paspor hilang … habis sudah! Yang pernah mengalami pasti merasakan bingungnya dan tidak tahu harus bagaimana jika sampai buku nyawa itu hilang. Bagaimana tidak? Di luar negeri, paspor diperlukan untuk segala macam urusan, seperti KTP di Indonesia. Selain untuk keluar masuk pesawat, untuk check in hotel, masuk beberapa tempat wisata, dll. Rasanya sial banget kalau sampai hilang.

Nah, kejadian hilang paspor ini  baru kami alami dua bulan lalu, saat travelling ke Kamboja. Tepatnya ke Phnom Penh, ibukota Kamboja.  Sebenarnya teman saya yang kehilangan paspor, tapi kita sebagai teman yang ikut travelling bareng  merasakan juga ribet dan sengsaranya mengurus paspor hilang itu. 

Selasa, 24 Maret 2015

Kebahagiaan dalam Hal Kecil

Kita selalu mencari kebahagiaan di tempat-tempat tinggi. Kita mencari kebahagiaan dalam materi, pujian dari orang lain, perawakan diri, atau penghargaan dari dunia. Tetapi, kadang kebahagiaan muncul dari hal-hal kecil yang kita lalukan tiap hari.

Kamis, 24 April 2014

Memilih untuk Berat Jodoh

Alkisah, kejadian ini baru saja terjadi. Saya lagi ngobrol saja dengan seorang keluarga, dan nyeletuk, " X, aku jadi bridesmaid lagi lho. Si G (salah seorang teman saya) mau ngasih bahan buat bikin baju."

Coba tebak kira-kira apa tanggapan si X? Senang? Biasa aja?

Selasa, 01 April 2014

Anniversary: Renungan 3 Tahun Jadi Dokter!

3 tahun! Tak terasa sudah 3 tahun. Masih menghitung tahun-tahun menjadi dokter tapi sebenarnya tidak menyadari, waktu itu berlalu sangat cepat. Mengingat-ingat anniversary sebelumnya, lagi ngapain ya setiap tanggal 30 Maret ini?

Jumat, 06 Desember 2013

Kesalahan dalam Khayalan Novel Roman

Namanya cewek, pasti suka dengan hal-hal yang berbau romansa. Tidak heran kalau film atau novel romansa menjadi laku keras, dan sudah dapat ditebak, 80-90 % penggemarnya adalah cewek.

Mengapa? Karena kita merindukan suatu romansa dalam kehidupan kita. Itu memang suatu bawaan dasar setiap perempuan. Dengan membaca novel roman, menonton film romansa, kita memiliki ruang untuk berkhayal. Kita berharap untuk mendapat prince charming (wajah tampan, body bagus, kepribadian juga protektif dan womanizer tapi di depan si tokoh ce utama dia langsung bertekuk lutut) seperti gambaran di novel-novel.

Dalam manifestasinya, ada beberapa cewek (termasuk saya), saking terhanyutnya dan terharunya dengan kisah 'indah' itu, akibatnya tidaklah bisa membedakan antara delusi dan realitas. Dan parahnya, kita tidak sadar kalau sedang mengalami delusi. Tanpa sadar, kita sering berusaha menerapkan hubungan novel untuk dibawa masuk ke dalam dunia nyata, dengan keinginan untuk mendapatkan happy ending seperti di novel-novel itu.

Kenyataannya, sesuatu yang menurut dunia novel itu indah bisa menjadi kutuk di dunia nyata. Kekecewaaan superrr besar, hubungan yang memburuk, dan rasa depresi dapat menjadi akibatnya. So, mari kita bedakan delusi dunia novel dengan realitas dunia nyata.

Minggu, 10 November 2013

Prinsip Jodoh Versi Pribadi

Akhir-akhir ini, ada pertanyaan yang mengganggu saya. Tidak seperti rasa sakit atau gatal yang sangat mengganggu, tapi lebih kepada rasa pegal yang menggigit pelan-pelan. Pertanyaan soal, yang mana neh yang terbaik buat saya?

Hehe .. Kalau membaca di atas, pasti langsung tahu 'rasa pegal'nya soal apa. Iya, soal jodoh. Gak tau cuma perasaan saja atau gimana, tapi akhir-akhir ini ada beberapa co (y, karena saya ce) yang kok rasanya berseliweran di hidup saya? Biasanya hidup saya adem ayem aja..

Memang saya punya banyak ada teman co (benar-benar teman co n no romance atau pikiran lebih jauh) tapi baru-baru akhir ini saya menyadari, beberapa memang potensial untuk diajak bicara soal jodoh...

Btw, dalam soal jodoh itu ada beberapa prinsip yang saya punya soal jodoh ... yakni ....