Selasa, 24 Maret 2015

Let’s Have Grown Up Love!



Ketika membaca buku "When God Writes Your Love Story", ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. "Cinta kekana-kanakan selalu membandingkan, mengharapkan, dan memperjuangkan hubungan yang aman. "

Membaca kalimat ini, membuat saya melihat hubungan pasangan di sekeliling saya, sekaligus melihat ke masa lalu (hubungan pribadi). Sebagian besar hubungan cinta yang saya lihat diwarnai dengan cinta yang tidak dewasa. Banyak konflik, pertengkaran, dan sakit hati yang tidak perlu terjadi karena cinta kekanak-kanakan. Hanya saja, terkadang kita tidak menyadari cinta yang kita miliki itu cinta yang tidak dewasa.

Saya coba rangkum beberapa point di sini mengenai esensi cinta dewasa menurut pendapat saya pribadi. Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri ketika suatu saat membangun courtship, dan mudah-mudahan bisa berguna juga bagi orang lain. 


Based on commitment, above feeling. Perasaan cinta memang perlu sebagai dasar dari suatu hubungan, tetapi itu saja tidak cukup. Ketika sudah memutuskan untuk ingin lebih mengenalnya, dan berusaha menjajaki kemungkinan untuk ke arah lebih lanjut, buatlah komitmen dengannya. Komitmen berarti memilih dan memutuskan untuk menjalani hubungan dengannya. Perasaan bisa naik-turun dan fluktuatif, tetapi ketika sudah berkomitmen, apapun yang terjadi dengan perasaan kita, kita akan menjalaninya dengan konsisten.

Trust. Become posesif memang terlihat sangat romantis, tetapi kenyataannya, itu bukanlah cinta yang dewasa. Percaya dengan komitmen kalian! Kepercayaan adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada si dia. Seringkali rasa posesif disebabkan karena kurangnya rasa percaya diri pada diri kita. Of course, kita juga perlu melihat karakter dan kepribadian pasangan kita. Jangan juga terlalu terbawa oleh blind trust, sehingga tutup mata dengan semua tingkah laku pasangan.

Faithful. Jaga komitmen dengan memilih untuk setia kepadanya, setidaknya ketika sedang menjalani hubungan. Selalu ada pria/wanita yang lebih baik, tapi kalau sudah memilih dia, jagalah kesetiaan. Kalau memang hubungan terasa tidak cocok/ terasa tidak dapat dilanjutkan/ menemui jalan buntu, baru putus secara baik-baik.

Secure. Biasanya, pihak wanita yang lebih mudah merasa takut dan tidak aman karena penuh emosi. Agak susah untuk merasa aman, apalagi bagi pasangan yang terpisah oleh jarak. Tapi, kalau sekarang saja kita tidak merasa aman, apalagi nanti kalau hubungan lebih jauh? Belajar untuk merasa aman dan mempercayai pasangan.

Change. Salah satu bukti dari mencintai adalah perubahan.Perubahan terjadi bukan karena paksaan dari pihak lain, tapi karena adanya kesadaran dari diri sendiri. Keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk dia. Keinginan supaya dia tidak menderita ketika sedang menjalin hubungan dengan kita.

Acceptance. Menerima apa adanya. Kalau sudah berkomitmen ingin menjalani hubungan dengan si dia, belajar untuk menerima kekurangannya dan kelebihannya. Bukan paksaanlah yang mengubahkan seseorang, tapi penerimaan.

Baru segini yang saya dapat untuk esensi cinta dewasa. Mudah-mudahan listnya bisa diperpanjang.    Tidak mudah untuk mempraktekkan cinta dewasa, tapi tentunya hidup adalah pembelajaran setiap hari bukan? So, pantang menyerah untuk memberi yang terbaik kepada pasangan kita! 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

C'mon! I ' m waiting your response ... /(^o^)/ /(^o^)/ /(^o^)/